PERUMAHAN WEB

Tokoh Masyarakat Sumut, Syahrul Pasaribu: BKMT Harus Dipertahankan dan Ditingkatkan

oleh
Tokoh masyarakat Sumatera Utara H Syahrul M Pasaribu bersama Anggota Fraksi PAN DPRD Tapsel Syawal Pane, Anggota Fraksi Golkar DPRD Tapsel M Rawi Ritonga serta pengurus BKMT Tapsel dan BKMT Kecamatan Saipar Dolok Hole. (Istimewa/Posmetromedan.com)

POSMETROMEDAN.com – Tokoh masyarakat Sumatera Utara (Sumut) H Syahrul M. Pasaribu menyebut, bahwa Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) sebagai organisasi masyarakat (ormas) keagamaan, perlu mendapat dukungan dari semua stakeholders.

Dan dalam perjalanannya dapat menjadi mitra pemerintah dalam hal pemberdayaan perempuan yang terfokus pada dakwah Islam.

Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pakar BKMT Tapsel itu menjelaskan, awal berdiri BKMT tanggal 1 Januari 1981 di Jakarta atas kesepakatan 735 Majelis Taklim diwilayah Jakarta sekitarnya, dengan ketua umum pertama Hj.Tutty Alawiyah dan saat ini dipimpin Hj.Syifa Fauziah,M.Arts. Sedangkan di Sumatera Utara sudah hampir disemua Kabupaten/Kota terbentuk kecuali beberapa daerah lainnya, yang belum terbentuk.

Karenanya Syahrul menghimbau seandainya masih ada majelis taklim atau perwiridan yang belum bergabung dengan BKMT, agar bergabung di wadah berhimpunnya majelis taklim ini sebagai bagian Ormas Keagamaan.

Hal ini disampaikan Bupati Tapsel periode 2010-2015 dan 2015-2021 ini saat menghadiri pengajian akbar BKMT, Alkhoirot, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) di Lingkungan Sigordang Lombang, Kelurahan Sipagimbar, Minggu (25/9/2022).

Sebelum itu, Syahrul terlebih dahulu memimpin Shalawat Badar bersama ratusan jamaah dan undangan Pegajian Akbar, termasuk anggota DPRD Tapsel dari Fraksi PAN Syawal Pane dan Fraksi Partai Golkar Muhammad Rawi Ritonga.

Sama seperti pada Pengajian Akbar yang diselenggarakan BKMT Kecamatan lainnya di  Tapsel. Semua jamaah membaur dan larut melantunkan Shalawat Badar dipimpin Syahrul yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI Tapsel itu.

BACA JUGA..  Pj Gubernur Agus Fatoni Bersama Ribuan Masyarakat Ikut Rayakan Puncak Peringatan HUT Kabupaten Padanglawas ke-17

Dalam sambutannya Syahrul mengisahkan,  BKMT Tapsel dibentuk tahun 2011 atau pada saat awal ia menjabat Bupati Tapsel periode pertama. Dimana, Ketua BKMT Sumatera Utara memberikan mandat kepadanya untuk membentuk BKMT Tapsel dan sudah terbentuk di seluruh kecamatan yang ada di  Tapsel, dengan anggota sekitar 26.000 orang.

Kemudian terpilihlah Hj. Hasni Delailah Harahap sebagai Ketua BKMT Tapsel periode pertama. Selanjutnya di kepengurusan periode kedua berganti dan dipimpin Hj. Anna Lely Hutasuhut, dan saat ini kepengurusan ketiga dipimpin Rosmayanti Ritonga.

“Sejak pertama terbentuk sampai sekarang, perhatian ke BKMT tidak pernah surut. Di kepengurusan BKMT Tapsel hasil Musda terakhir pada 22 Desember 2021, Syahrul ditempatkan pada posisi Ketua Dewan Pakar meskipun sudah tidak menjabat Bupati lagi,” ungkapnya.

Dijelaskan, ada dua tujuan utama BKMT Tapsel didirikan. Pertama, menambah pengetahuan keagamaan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan lewat syiar Islam, melalui tausyiah ustadz di Pengajian Akbar yang digelar sekali sebulan di tiap kecamatan. Kedua, memperkuat tali silaturrahmi dan ukuwah Islamiyah kaum muslimin di Tapsel.

“Sesungguhnya, BKMT adalah wadah berhimpun Majelis Taklim yang ada di desa dan kelurahan yang dalam perjalanannya dapat menjadi mitra pemerintah dalam hal pemberdayaan perempuan yang terfokus pada dakwah Islam. Pengajian Akbar yang diselenggarakan setiap bulan oleh BKMT Kecamatan, juga dijadikan wadah tukar menukar informasi antar anggota majelis taklim dari satu desa dengan desa/kelurahan lainnya dalam satu Kecamatan,” terangnya.

BACA JUGA..  Pemkab Langkat Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi & Penanggulangan TBC-Polio

BKMT, disamping dibentuk untuk lebih menyemarakkan syiar Islam dan wadah untuk memperkuat silaturahmi, seiring perjalanan waktu organisasi majelis taklim ini diharapkan dapat berkembang dan membuat teroboson misalnya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota seperti di Kecamatan Arse yang mendirikan “Koperasi Amaliyah”.

Koperasi yang didirikan tahun 2014 itu untuk membantu kelancaran usaha termasuk pengadaan pupuk untuk anggota “koperasi amaliyah”, saat ini sudah beranggotakan 650 orang dengan iyuran anggota saat ini Rp 5000 termasuk Syahrul selaku pendiri BKMT menjadi anggota kehormatan dengan iyuran Rp 3.250.000 disetiap kehadirannya pada pengajian Akbar BKMT Kecamatan Arse dan saat ini sudah memiliki kas sebesar 500 juta lebih.

“Terobosoan seperti ini diharapkan dapat diikuti oleh BKMT kecamatan lainnya termasuk BKMT Kecamatan SDH dan bila sudah terbentuk di SD Hole ini, Saya bersedia menjadi anggota kehormatan seperti yang di Kecamatan Arse,” ujar Syahrul Pasaribu yang juga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Sumut itu.

Kepada seluruh jamaah Pengajian Akbar, mantan Bupati Tapsel dua periode ini meminta agar tetap menjaga kekompakan dan perkuat silaturahmi. Dukung program pemerintah dan ikuti anjurannya.

“Jangan mau dipecah belah oleh siapapun juga,” pesannya.

Ketua BKMT SDH, Hj. Berlian Pasaribu, mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Ketua Dewan Pakar BKMT Tapsel Syahrul Pasaribu. Karena konsisten menunaikan janjinya untuk hadir di Pengajian Akbar tersebut.

BACA JUGA..  Persiapan Evaluasi Desa Percontohan, Pj. Ketua TP PKK Batu Bara Imbau Untuk Kerja Lebih Keras dan Cerdas

Senada dikatakan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Saipar Dolok Hole Ali Akub Hasibuan. Katanya, kehadiran mantan Bupati Tapsel dua periode itu serta dua orang Anggota DPRD Tapsel merupakan suatu berkah bagi jamaah Pengajian Akbar.

“Selamat datang dan terimakasih kepada bapak Syahrul Pasaribu yang sampai saat ini masih peduli pada pembangunan Tapsel, khususnya pembangunan bidang sosial kemasyarakatan dan keagamaan di Kecamatan Saipar Dolok Hole,” ucapnya.

Anggota Fraksi PAN DPRD Tapsel Syawal Pane mengatakan, Pengajian Akbar ini program berkesinambungan BKMT di tiap kecamatan. Politisi muda yang sudah untuk periode ketiga kalinya menduduki kursi dewan ini mengakui peran Syahrul Pasaribu sangat besar dalam membangun Tapsel yang sudah banyak mendapat pengakuan orang, khususnya bidang keagamaan Islam.

“Baru setelah kepemimpinan pak Syahrul, setiap tahun Pemkab Tapsel mengadakan Safari hari-hari besar keagamaan Islam ke setiap kecamatan yakni Safari Isra’ Mikraj, Safari Maulid Nabi dan Safari Muharram. Di samping Safari Ramadhan yang sudah ada sejak pemerintahan sebelum-sebelumnya,” jelas Syawal.

Dipengajian Akbar BKMT Kecamatan SDH itu turut dihadiri Ketua BKMT Tapsel Rosmayanti Ritonga, Ka KUA SDH dan Ketua MUI Kecamatan SDH serta para ulama dan tokoh masyarakat lainnya. (*)

Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing