POSMETROMEDAN.com-Warga Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, mempertanyakan penggunaan dana desa (DD) mulai tahun anggaran 2018 – 2021.
Pasalnya pengadaan 250 tabung LPG ukuran 3 kg yang menggunakan DD untuk dibagikan kepada masyarakat hingga saat ini belum terealisasi.
Bukan hanya itu saja, beberapa pembangunan fisik (infrastruktur) ada juga yang mangkrak serta tidak bermanfaat bagi masyarakat Desa Gongsol yang berbatasan dengan Kecamatan Berastagi.
Artinya, infrastruktur yang dibangun menggunakan DD tidak melalui musyawarah desa.
Warga menuding, jika kepala desa sesuka hati sesuai kepentingannya mengelola anggaran yang disalurkan pemerintah pusat melalui anggaran dana desa (ADD).
“Kita sebagai masyarakat wajar mempertanyakan penggunaan dana desa. Seperti tabung gas 3 kg, sampai sekarang tak kelihatan juga bendanya yang katanya akan dibagikan,” ujar salah seorang warga Desa Gongsol bermarga Surbakti.
“Apalagi sudah masuk pertengahan tahun 2022, tabungnya tak nongol-nongol,” ujar salah seorang warga desa yang mengaku bermarga Surbakti.
Menurutnya, pertanyaan warga yang ditujukan ke pemerintahan desa sangatlah wajar. Sebab dana desa bukan uang milik pribadi kepala desa.
“Kalau kita tanyakan, pasti disepelekannya. Seakan-akan dana desa yang dikelolanya itu milik pribadinya,” ujar Surbakti lagi diamini warga desa lainnya.
Warga menuding jika dana desa mulai dari tahun 2018 hingga 2021 ada dugaan aroma’ kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN).
Sebab, ada juga pembangunan drainase pembuangan limbah ternak kuda milik perorangan bernilai Rp314 juta.
“Itu milik Ketua Bumdes Anto Tarigan, apa kontribusinya ke masyarakat desa? Dari awal rapat Musrenbang, warga tidak setuju,” tegas Surbakti.
“Sehingga pada rapat selanjutnya, ada beberapa tokoh warga tidak diundang lagi,” tambahnya.
Kepala Desa Gongsol, Syahmidun Sitepu emosi saat dikonfirmasi wartawan.
“Kalau memang bisa kamu buktikan dengan data yang akurat, jumpa kita di kantor kepala desa,” ketusnya melalui seluler, Rabu (25/05/2022) sekira pukul 14.05 WIB
“Saya tunggu kalian disini, jangan asal main tuduh saja. Selaku media, harus selidiki dulu baru bertanya,” gertaknya lagi dengan nada tinggi.
Kata Syahmidun, selama menjabat banyak sekali wartawan yang sering mengirim pesan kepadanya minta petunjuk.
“Mendingan terus terang saja, jangan bertanya-tanya. Saya sebenarnya sudah jenuh dengan teror-teror seperti ini,” ujar Syahmidun.
POSMETROMEDAN.com yang hanya mencoba konfirmasi membantah tudingan Syahmidun.
“Kami menghubungi bapak tidak minta petunjuk, tapi konfirmasi. Perlu digaris bawahi,” tutur wartawan Anda.
“Jadi bapak tinggal jawab saja sesuai pertanyaan kami. Itu yang ditulis sesuai keterangan yang keluar dari mulut bapak,” pungkas wartawan Anda.
Ada beberapa item pembangunan infrastruktur yang diduga sarat korupsi sesuai dengan informasi warga.
Antara lain, bak penampungan air yang mangkrak, poskamling, gapura desa, mesin pembuat pupuk kompos dan dana renovasi balai desa.(*)
REPORTER: Marko
EDITOR: Sormin












