Terkait Pembelajaran Tatap Muka, Walikota Medan Harus Tegas

oleh -91 views

POSMETROMEDAN.com – Terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Walikota Medan harus tegas. Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Medan, Haris Kelana Damanik.

Karena menurutnya, saat ini di Kota Medan sudah banyak sekolah yang memberlakukan belajar tatap muka terhadap siswanya, sementara sebagian sekolah lain belum.

“Ini kan kesannya berantakan tidak ada keseragaman mengikuti aturan. Kondisi demikian bisa berdampak buruk terciptanya cluster baru penderita Covid 19. Hal ini harus segera diantisipasi,” ujar Haris Kelana Damanik (foto) kepada wartawan, Kamis (7/10) menyikapi PTM di Medan yang tidak teratur.

Dikatakan Haris selaku Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan itu, faktanya saat ini banyak sekolah yang melakukan PTM khususnya sekolah swasta di Medan. Sementara sekolah negeri tidak ada yang berani dan tetap daring.  Hal itu karena kurang pengawasan dari Pemko Medan dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Medan. Untuk itu, tambah Haris perlu ada ketegasan dari Pemko Medan diperbolehkan apa tidak PTM.

BACA JUGA..  DPRD Kota Medan Setujui Ranperda Ketentraman & Ketertiban Umum jadi Perda

“Jika memang belum siap PTM karena alasan target vaksinasi bagi pelajar belum tercapai sebaiknya ada instruksi dari Pemko Medan agar ditunggu saja. Pastikan fasilitas sudah tersedia, tenaga pengajar dan siswa sudah divaksin,” tandas Haris yang saat ini di Komisi II DPRD Medan membidangi pendidikan.

Seperti diketahui, Kendati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan sudah di level 2, Pemko Medan belum siap soal Pembelajaran Tatap Muka (PTM) karena jumlah pelajar yang divaksin belum mencapai target.

Pada hal secara aturan kata Walikota Medan Bobby Nasution, saat melakukan peninjauan vaksin di SMP N 40, Rabu (6/10) Kota Medan sudah dapat melakukan PTM sejak PPKM turun ke level 3. Namun karena jumlah pelajar yang baru divaksin belum mencapai target maka masih ditunda untuk pelaksanaan PTM menunggu target sudah tercapai.

Bobby Nasution menambahkan saat itu dari 105.000 pelajar yang bisa divaksin baru sekitar 4.000 pelajar yang sudah divaksin. Hal ini dikarenakan waktu di level 4 belum berani melakukan vaksinasi untuk pelajar. Maka saat ini ditargetkan sebanyak 5.000 pelajar per hari akan mendapatkan suntikan vaksin, agar tercapai target yang ditentukan guna dimulainya PTM.

BACA JUGA..  Wujudkan Janji Kampanye Medan Bersih

“Alhamdulillah saat ini kita turun ke level 2. Saya minta dalam waktu dua Minggu, jumlah pelajar yang divaksin minimal 20 persen. Jika sudah 20 persen dari jumlah pelajar yang bisa divaksin, maka saya berani izinkan PTM,” kata Bobby Nasution.

Bobby Nasution menambahkan saat ini jumlah pelajar yang divaksin mencapai 50.000 pelajar atau sudah mendekati 50 persen. Jumlah tersebut akan terus meningkat dengan ditargetkannya 5.000 pelajar setiap harinya mendapatkan suntikan vaksin. Oleh karena itu dalam waktu dekat ini PTM dapat dilakukan di Kota Medan.

“Berdasarkan aturan Medan sudah boleh PTM, kemarin sudah izin dengan Gubernur juga diperbolehkan. instruksi Mendagri, pelaksanaan PTM harus dilihat dari zona wilayah. Untuk SMP Negeri 40 sudah bisa karena wilayah ini sudah masuk zona hijau,” ujar Bobby Nasution.

BACA JUGA..  Sering Dilanda Banjir Rob, Warga Belawan Demo Walikota

Selanjutnya Bobby Nasution juga minta pihak sekolah memastikan fasilitas Protokol Kesehatan di setiap sekolah agar tidak terjadi penyebaran Virus Covid-19. Untuk disekolah lanjut Bobby Nasution, fasilitas Prokes sudah dicek. Namun yang dikawatirkan fasilitas Prokes di luar sekolah. “Kita tetap akan melakukan razia masker dan prokes agar memberikan rasa aman kepada orang tua. Selain itu kita juga mengimbau agar orang tua dapat menjemput anaknya ke sekolah agar dapat langsung pulang ke rumahnya,” jelas Bobby Nasution.

Terakhir Bobby Nasution mengungkapkan Pembelajaran Tatap Muka akan diikuti bagi siswa yang sudah di vaksin. Bagi yang belum maka dapat mengikuti pembelajaran secara daring. “PTM akan dilakukan secara hybrid, luring dan daring. Karena satu kelas diperbolehkan hanya 8 atau maksimal 10 orang, maka yang lain dapat mengikuti secara daring. Kita prioritaskan ysng sudah vaksin,” ungkap Bobby Nasution didampingi Plt Kadis Pendidikan Topan Obaja Putra Ginting. (bdh/ali)

EPAPER