Sepasang Suami Isteri Tewas di Kamar, Diduga Keracunan Asap Arang

oleh -98 views

POSMETROMEDAN.com – Sepasang Suami isteri (Pasutri) yang sudah berusia lanjut ditemukan tewas di dalam kamarnya di Dusun I Marade, Desa Sipitu Huta, Kecamatan Pollung, Humbang Hasundutan (Humbahas), Jumat (1/10).

Abdul Lumban Gaol, 70 tahun serta isterinya Marlina Simanullang, 68 tahun diketahui meninggal dunia setelah ditemukan oleh anaknya, Melva Lumban Gaol.

Kapolres Humbahas, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar melalui Kasubag Humas Bripka Syawal Lolo Bako mengatakan, Melva Lumban Gaol beserta tiga orang anaknya datang dari Huta Galung, Kabupaten Samosir mengunjungi orangtuanya. Setibanya di rumah orangtuanya, Melva mendapati rumah dalam keadaan tertutup dan tidak seperti biasanya.

BACA JUGA..  Tiga Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Warga di Deliserdang

Merasa curiga, Melva menyuruh salahsatu anaknya, yakni Fatria Sintauli Sinaga masuk dari jendela dan membuka pintu dari dalam rumah. “Saat Fatria masuk ke rumah sudah merasakan aroma bau tidak sedap. Lalu Fatria langsung membuka pintu. Kemudian Melva mencongkel pintu kamar orang tuanya dengan linggis dan melihat kedua orang tuanya sudah tidak bernyawa di tempat tidur dan sudah mengeluarkan bau busuk,” ujar Lolo.

BACA JUGA..  Komisi I DPR RI Apresiasi penanganan Covid oleh TNI-POLRI di Sumut

Abdul ditemukan dalam posisi telungkup dengan kepala di atas perut isterinya. ”Di bawah tempat tidur ditemukan arang yang mungkin digunakan sebagai penghangat,” terang Lolo.

Lebih lanjut lolo mengatakan, pihaknya kini sedang mendalami penyebab meninggalnya pasangan suami isteri tersebut. Saat ini Kedua korban sudah dibawa ke RSUD Diolok Sanggul untuk pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA..  Prediksi Espanyol vs Cadiz , La Liga Spanyol 19 Oktober 2021

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal disebabkan asap (Keracunan karbon asam) dan diperkirakan sudah meninggal sekitar 24 sampai 48 jam. Karena menurut dokter forensik sudah ditemukan tanda-tanda pembusukan awal.

“Keluarga korban menyatakan untuk tidak dilakukan otopsi,” tandas Lolo. (pmg/gib)

EPAPER