Tambang Emas Martabe Gelar Vaksinasi Gotong Royong Tahap Pertama

oleh -254 views
Salah seorang karyawan PTAR tengah mendapatkan penyuntikan vaksin disaksikan sejumlah karyawan dan juga Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj, SIK, yang memantau langsung pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong di Tambang Emas Martabe, Minggu 25 Juli 2021. (Ist/posmetro)

POSMETROMEDAN.com – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe menggelar program Vaksinasi Gotong Royong tahap pertama (I), yang dilaksanakan selama 3 hari (Minggu 25 Juli sampai dengan Selasa 27 Juli 2021), di Tambang Emas Martabe, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Program penyuntikan vaksin jenis Sinopharm ini menargetkan 900 karyawan PTAR dan kontraktor beserta keluarganya yang digelar di area Terminal Gate dan Shelter Permata di site Tambang Emas Martabe. Sebanyak 226 orang berhasil mendapatkan suntikan vaksin di hari pertama program Vaksinasi Gotong Royong ini, Minggu (25/7).

Rahmat Lubis, General Manager Operations PTAR menyatakan, kegiatan vaksinasi itu merupakan bagian dari program Vaksinasi Gotong Royong yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 18 Mei 2021. Menurut Rahmat, penyelenggaraan program Vaksinasi Gotong Royong ini merupakan wujud komitmen PTAR untuk mengutamakan perlindungan bagi seluruh karyawan dan keluarganya dari paparan virus Covid-19.

“Tentunya kami berharap melalui penyelenggaraan Vaksinasi Gotong Royong ini, selain turut serta menyukseskan program pemerintah, produktivitas seluruh karyawan PTAR dan karyawan kontraktor bisa ditingkatkan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui industri pertambangan ini,” kata Rahmat.

Rahmat menyatakan program Vaksinasi Gotong Royong di Tambang Emas Martabe digelar dengan menggandeng PT Kimia Farma Diagnostika (KFD), yang merupakan cucu perusahaan PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Sejauh ini Kimia Farma merupakan perusahaan yang melakukan distribusi dan penyuntikan Vaksinasi Gotong Royong di sektor pertambangan.

BACA JUGA..  Bobby Harapkan Target Tercapai, Sekolah Tatap Muka Dapat Digelar
Karyawan PTAR yang telah mendapatkan penyuntikan vaksin. (Ist/posmetro)

Sebelumnya, kata Rahmat, sebanyak 599 Karyawan terdiri dari 329 karyawan PTAR dan 270 karyawan kontraktor di site Tambang Emas Martabe sudah mendapatkan vaksin dosis kedua pada 16 Juli 2021 melalui program vaksinasi berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Tapanuli Selatan.

Vaksin yang digunakan berjenis Sinovac di mana penyuntikan dosis pertama pada 18 Juni 2021. Sehingga per 25 Juli 2021, total karyawan PTAR (karyawan FIFO, lokal dan kantor Jakarta) serta karyawan kontraktor yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama sebanyak 1,228 orang, sementara yang telah mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua sebanyak 642 orang.

Di tempat terpisah, Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono menyatakan terima kasih serta apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang telah menyelenggarakan program Vaksinasi Gotong Royong sehingga pihak swasta diperkenankan untuk ikut serta, khususnya perusahaan pertambangan seperti PTAR yang merupakan Obyek Vital Nasional. Katarina berharap program vaksinasi ini bisa memberikan kenyamanan dan ketenangan bekerja bagi seluruh karyawan PTAR dan kontraktor di Tambang Emas Martabe. “Kami berharap tentunya herd immunity di Tambang Emas Martabe bisa tercapai,” kata Katarina.

BACA JUGA..  Kapolri dan Panglima Cek Vaksinasi di Pasar Induk Medan

Di tengah masa pandemi Covid-19 ini menurut Katarina, Tambang Emas Martabe tetap berkomitmen mengupayakan kesehatan dan keselamatan karyawan sekaligus mempertahankan produksi emas yang aman serta bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan. PTAR bekerja sama dengan berbagai pihak seperti kontraktor kesehatan International SOS dan PT Prodia Widyahusada Tbk, juga dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, serta Satuan tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Tapanuli Selatan telah merancang proses protokol kesehatan bagi seluruh karyawan untuk tetap menjaga keberlanjutan produksi Tambang Emas Martabe.

Katarina menegaskan, PTAR telah dan akan terus menjalankan pengecekan rutin suhu tubuh seluruh karyawan, pengujian kesehatan melalui swab antigen dan PCR, pemeriksaan kesehatan fisik, serta isolasi/karantina. Seluruh prosedur tersebut dilakukan bagi seluruh karyawan sebelum memulai bekerja di lokasi tambang. Perusahaan berkomitmen untuk menjaga lokasi kerja di Tambang Emas Martabe terbebas dari penularan virus Covid-19.

Perusahaan secara terus menerus melakukan sosialisasi baik untuk karyawan maupun masyarakat di sekitar lokasi tambang untuk tetap menjaga kesehatan diri dan keluarga serta mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah setempat dan satuan tugas Covid-19. Tak hanya itu, Perusahaan juga terus mendorong para karyawan dan kontraktor untuk mendapatkan vaksinasi.

 

BACA JUGA..  Sidang Sengketa Lahan PLTA Batangtoru Digelar, Agenda Keterangan 4 Saksi Tergugat

 

➡️ Sekilas Tambang Emas Martabe

Tambang Emas Martabe dikelola dan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources. Wilayah tambang mencakup area 30 km² yang berada dalam Kontrak Karya (KK) generasi keenam dengan total luas wilayah 1.303 km². Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara.

Tambang Emas Martabe mulai berproduksi penuh pada 24 Juli 2012 dan memiliki basis sumber daya per tanggal 30 Juni 2020 adalah 7,6 juta ounce emas dan 66 juta ounce perak. Kapasitas operasi Tambang Emas Martabe adalah lebih dari 6 juta ton bijih per tahun untuk memproduksi lebih dari 300.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak per tahun. PT Agincourt Resources melibatkan lebih dari 3.000 karyawan dan kontraktor, sekitar 99% di antaranya adalah warga negara Indonesia, dan lebih dari 70% berasal dari desa setempat.

PT Danusa Tambang Nusantara (PTDTN), adalah pemegang saham 95% dari PT Agincourt Resources. PTDTN merupakan anak usaha dari PT United Tractors Tbk. 60% dan PT Pamapersada Nusantara 40%, sekaligus merupakan bagian dari grup usaha PT Astra International Tbk. Kepemilikan saham 5% dimiliki  Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara. (ril/tob)

 

EPAPER