Warga Hutasuhut Butuh Alat Pengangkut Sampah

oleh
Tumpukan sampak mulai mengganggu di sudut pemukiman warga di Hutasuhut, Sipirok. (Amran Pohan) 

POSMETROMEDAN.com – Masyarakat Kelurahan Hutasuhut, Kecamatan Sipirok, membutuhkan uluran tangan Pemkab Tapsel untuk penyediaan unit gerobak pengangkut sampah. Pasalnya unit gerobak yang ada selama ini telah rusak dan tak berfungsi. Sehingga sampah tak bisa ditangani dengan baik, sekitar setahun terakhir.

“Hutasuhut yang selama ini terkenal dengan julukan HARBIS (Hutasuhut Aman Ramah dan Bersih), kini telah pudar, karena akhir-akhir ini banyak didapatkan tumpukan sampah di depan rumah-rumah warga,” ungkap Zulfan Hutasuhut (42) salah seorang warga.

Sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam pengelolaan sampah Zulfan menyebut, sebenarnya masih banyak kendala, terlebih masalah unit pengangkut sampah yang sudah tidak layak lagi beroperasi lagi. Padahal, dalam seminggu saja sampah di Kelurahan Hutasuhut sekitar 2,5 ton.

“Kami hanya punya 1 unit pengangkut sampah roda tiga (viar), itupun tenaganya hanya 100cc, dan sudah sering rusak,” ujarnya.

Disampaikan, dulunya warga yang berjumlah 310 KK itu membuang sampah di aliran sungai Aek Lampesong. Lantas hal ini di anggap tidak layak apalagi sungai tersebut adalah sumber pengairan untuk persawahan daerah sekitar dan juga untuk kebutuhan mandi dihilir.

BACA JUGA..  Paripurna, Pansus DPRD Deliserdang Laporan 4 Tempat Perumahan Citra Land Rugikan PAD Miliaran

Oleh karana itu Sejak January 2019 pemerintah Kelurahan Hutasuhut mencanangkan program pembuatan sampah yang terkordinir, agar masyarakat tak membuang sampah ke Aek Lampesong lagi.

Dan dengan cara memberikan penyuluhan kepada warga, untuk mengumpulkan sampahnya masing- masing, selanjutnya akan di angkut oleh petugas yang di tunjuk.

“Selama ini berjalan lancar walaupun masih ada kendala ringan. Namun hal ini menjadi permasalahan yang belum ada solusinya. Kami sebagai petugas telah pengajuan permohonan kepada pemerintah mulai dari tingkat kelurahan  sampai ke dinas terkait baik secara lisan maupun tulisan. Mirisnya sampai hari ini belum ada tanggapannya.

BACA JUGA..  Gubsu Didesak Panggil Bupati Deli Serdang, Evaluasi APBD Untuk Gaji Guru PPPK PW

Sebagai pengaduan terakhir kami sangat berharap kepada Bapak bupati Tapanuli selatan sebagai pimpinan daerah agar berkenan membantu kami dalam permasalahan ini,” ungkapnya. (ran)