Tidak Patuhi Prokes Covid-19, KTV Scorpion dan High Five Disegel Polrestabes Medan

oleh -1.621 views
Petugas Polrestabes Medan saat memasang garis police line (segel) terhadap dua tempat hiburan malam. (Mangampu Sormin)

POSMETROMEDAN.com – Tidak mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, dua lokasi hiburan malam KTV Scorpion di Jalan Adam Malik Medan dan Resto Bar Lounge High Five Jalan Abdullah Lubis disegel Polrestabes Medan, Minggu (23/5) pagi.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan Kompol Oloan Siahaan yang dikonfirmasi wartawan, Senin (24/5) membenarkan jika 2 lokasi hiburan malam dirazia. Dijelaskan Kasat, awalnya personil kepolisian menerima informasi dari masyarakat bahwa 2 lokasi tersebut sama sekali tidak mematuhi  prokes sesuai dengan ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKBM).

“Dipimpin Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi saya dan puluhan personil Satres Narkoba, personil Sat Reskrim serta Sat Sabhara, Minggu sekira pukul 01.30 WIB langsung menggerebek KTV Scorpion. Alhasil 37 pengunjung yang diduga sedang mabok diamankan. Selanjutnya puluhan pengunjung itu dimasukkan ke dalam mobil truk Sat Sabhara,” ujar Kasat.

Kapolrestabes dan petugas gabungan sekira pukul 03.00 WIB sambung Kompol Oloan, bergerak menuju Resto Bar Lounge High Five dan langsung melakukan razia. Alhasil dari lokasi petugas mengamankan

BACA JUGA..  Kantongi ‘Rumput Aceh’, Anak Pasar Merah Diciduk Tekab Medan Kota

165 pengunjung yang diduga dalam kondisi mabok. Seratusan pengunjung itu lantas dimasukkan ke dalam truk, lalu diboyong ke Mapolrestabes guna proses lebih lanjut. Lokasi KTV kemudian disegel.

“Selain seratusan orang yang diamankan, kita juga mengamankan 10 orang yang berperan sebagai Kasir, security, pemain DJ, 2 pengunjung di KTV Scorpion. Dua penanggung Jawab/Kapten, security serta 2 pengunjung Resto Bar Lounge High Five. Sepuluh orang itu lantas diserahkan ke Sat Reskrim guna pemeriksaan lebih lanjut. Resto tersebut juga dilakukan penyegelan,” ungkapnya.

Lanjut Kasat, dari hasil pemeriksaan bahwasanya masing-masing manajemen 2 lokasi hiburan malam itu sudah mengetahui ada larangan dari Pemprovsu dan Pemko Medan untuk tidak operasional. Para karyawan juga mengetahui bahwa ada larangan operasional, namun dari pihak manajemen tetap memerintahkan operasional.

BACA JUGA..  Pelaku Pungli di Persimpangan Jalan Ditangkap

“Manajemen lokasi hiburan malam tersebut berusaha mengelabui petugas dengan cara pintu dan halaman depan dikunci dan di rantai dari luar. Serta lampu depan dimatikan dan diberi tulisan tutup,” terangnya sembari menambahakan lokasi hiburan malam itu melanggar Pasal 93 Jo Pasal 9 Ayat 1 UU RI No 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan  Masyarakat.

Dijelaskan Kasat, modus untuk masuk ke KTV terlebih dahulu dipesan lewat telepon atau berhubungan langsung dengan manager. Setelah sampai di Scorpion, security menanyakan KTV berapa dan atas nama siapa. Security mengarahkan parkir di basement, kemudian masuk KTV lewat pintu emergency.

“Saat di depan pintu emergency sudah ada yang menjaga dan membukakan pintu dari dalam. Pengunjung KTV akan di cek suhu badan dan diberi handnitizer oleh penjaga pintu. Di dalam KTV prokes tidak dilaksanakan. Waktu beroperasi mulai pukul 14.00 WIB-05.00 WIB,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Dua Eks Petinggi PPP Divonis 4 Tahun 6 Bulan Bui

Masih dijelaskan Kasat Narkoba, untuk masuk ke Resto Bar Lounge High Five dari pintu depan dan langsung diarahkan ke bangku yang kosong. Setiap pengunjung diberikan stiker oleh karyawan untuk menutup kamera HP agar tidak ada yang merekam suasana di lokasi.

“Saat penggerebekan, di dalam resto pengunjung sudah ramai sehingga tidak ada pembatasan jarak lagi. Banyak pengunjung dan karyawan tidak memakai Masker. Sementara jam operasional mulai buka pukul 22.00 WIB-pukul 03.00 WIB,” katanya.

Ditegaskan Oloan, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi, menyita barang bukti. Melakukan pemanggilan dan koordinasi terhadap Gugus Tugas Covid-19

“Melakukan pemanggilan terhadap owner/pemilik usaha, memanggil dan berkoordinasi dengan Pemprovsu dan Pemko Medan serta memanggil saksi ahli,” pungkasnya. (sor)

 

 

 

EPAPER