Buntut Jual beli Vaksin Ilegal, Karutan Tanjung Gusta Diperiksa Poldasu

oleh -57 views

POSMETROMEDAN.com – Setelah memeriksa Plt Kadis Kesehatan Provsu, tim Penyidik Ditreskrimsus Poldasu memeriksa Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Tanjung Gusta, Medan, Theo Purba terkait jual beli vaksin Covid-19 secara ilegal.

“Yang bersangkutan hadir untuk dimintai keterangan. Hari ini memang jadwalnya seorang diri untuk dimintai keterangan,” terang Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Jumat (28/5/2021) siang.

Lanjutnya, Theo dimintai keterangan terkait jual beli vaksin Covid-19 yang melibatkan seorang dokter bertugas di Rutan Tanjung Gusta berinisial IW.

BACA JUGA..  Ngaku Miliki Tanah Garapan PTP II, Oknum Poldasu Resahkan Warga Jermal 15 

“Kita mintai keterangan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya pelaksanaan vaksin di Rutan,” katanya.

Masih Nainggolan, Karutan dipanggil masih berstatus sebagai saksi. Namun tidak tertutup kemungkinan yang bersangkutan bisa saja dijadikan tersangka.
“Kalau ditanya kemungkinan, ya bisa-bisa saja,” sebutnya.

Sebelumnya, penyidik juga telah memeriksa saksi yakni mantan dan Plt Kadiskes Provinsi Sumut.

BACA JUGA..  Mabes Polri Laksanakan Gaktibplin dan Test Urine dadakan di Polresta Deliserdang

“Kalau kadinkes diperiksa untuk mencari tau bagaimana sebenarnya keluar masuknya vaksin Covid-19,” ujarnya.

Beberapa saksi dari staf Dinas Kesehatan Sumut juga telah dimintai keterangan beberapa hari lalu. “Sudah ada beberapa saksi dari staf Dinkes kita periksa,” tuturnya.

Menurut Nainggolan, pemeriksaan terhadap saksi ini untuk melengkapi berkas empat orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka jual beli vaksin Covid-19 secara ilegal. “Ini untuk kepentingan berkas,” ucapnya.

BACA JUGA..  Nama Kepsek MAN 3 Disebut

Polda Sumut mengungkap kasus penjualan vaksin Covid-19 secara ilegal. Dari pengungkapan ini, petugas menetapkan empat tersangka, tiga diantaranya oknum ASN yang berstatus dokter.

Para pelaku nekat menjual vaksin Covid-19 secara ilegal kepada masyarakat yang tidak berhak mendaptkannya. Vaksin yang dijual tersebut seharusnya memang milik pejabat publik Rutan Tanjung Gusta dan para narapidana. (gib)

EPAPER