Produk Kamu Ingin Laris Manis?, Destra: Tunjukkan Keistimewaannya

oleh
Destra pengusaha kuliner kota Medan

POSMETROMEDAN.COM-Semua orang pasti ingin produk yang dipasarkannya, terjual dengan laris manis. Keinginan ini, bisa terjadi, jika mampu menunjukkan keunggulannya, dibandingkan produk sejenis lainnya.

 

Begitulah penuturan Dedi Sumatra (Destra), seorang pengusaha kuliner yang sudah memiliki omset ratusan juta perbulannya, dari berjualan dimsum selama 5 tahun, melalui online.

 

Agar dapat menunjukkan keistimewaan itu, menurut Destra. Seorang pedagang online harus benar – benar mengenali produknya, secara detail dan rinci. Lalu, menuliskan semua keistimewaannya, dan menyimpannya diarsip yang kemudian disebut sebagai Aset Intelektual.

BACA JUGA..  Borong Lima Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Kembali Dinobatkan Sebagai Best Company to Work For in Asia

 

Tujuannya, untuk diupload diplatform media social satu persatu secara berulang dengan gaya semenarik mungkin, agar calon konsumen mengetahuinya.

 

“Jika menginginkan prodak kamu laris manis. Kamu harus bisa menunjukkan berapa spesial dan istimewanya produk tersebut, kepada calon konsumen,”sebutnya di Rumah Produksi @dimsum212produksi, Jl. Beo Sei Kambing B, Medan Sunggal, Rabu (17/3/2021).

BACA JUGA..  Grab Business Forum 2026 Soroti Pentingnya Strategi Ekspansi Cerdas

 

Jika hal itu, kata Destra, dapat dilakukan secara disiplin dan consistent, akan tercipta Tagline bahwa produk kamu jelas lebih spesial dan istimewa. Efeknya, meningkatkan penjualan.

 

“Semangat, ayo terus lakukan, jangan sampai bosan. Percayalah, usaha tidak akan menghianati hasil. Terus yakinkan, kalau prodak kamu terbaik,” cetusnya berikan semangat.

 

Selanjutnya, Destra menjelaskan, inilah salah satu caranya, produksi dimsumnya terus bertahan hingga kini, bahkan semakin maju.

BACA JUGA..  AceKid Resmi Hadir di Indonesia, Susu Formula Terbuat dari Susu Segar

 

Ia mengibaratkan, seseorang yang sudah mendapatkan pasangan, pasti karena memiliki keunggulan yang mampu memikat pasangannya.

 

Sebaliknya para jomblo, masih terus sendiri, karena belum mampu menujukan sisi spesialnya kepada lawan jenis.

 

“Jadi sama, untuk mencari konsumen atau pun pasangan. Kita harus mampu meyakinkan, kita lebih unggul dan pantas dipilih,” pungkasnya. (yan)