Beraroma Mark Up, Pembangunan Sumur Bor Disoal Warga

oleh
TIDAK PUAS: Sejumlah warga yang tidak puas saat ditemui di lokasi pembangunan sumur bor.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com –  Sejumlah masyarakat Desa Rawang Baru, Kecamatan Rawang Panca Arga merasa tidak puas akan pembangunan sumur bor program padat karya yang bersumber dana dari APBN. Karena sumur bor tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya.

Hal tersebut disampaikan oleh LSM Topan RI, Aan pada wartawan Jumat (27/11) sekira pukul 15.00 Wib di Desa Rawang Baru.

Menurut Aan, dari hasil investigasi yang dilakukannya, pembangunan sumur bor dan pengadaan pompa air tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp193 Juta.

“Setelah kami cek di lapangan, perkiraan biaya yang digunakan untuk pembangunan tersebut sebesar Rp80 Juta-an,” ungkap Aan.

“Kami menduga, telah terjadi mark up biaya dalam pembangunan sumur bor tersebut,” tukas Aan.

BACA JUGA..  Komisi II DPRD Langkat Cari Solusi Korban Kecelakaan Kerja Karyawan SPPG

Diterangkannya, dana pembangunan sumur bor dan pengadaan pompa air tersebut berasal dari APBN yang langsung dikelola oleh kelompok tani daerah tersebut.

Terpisah, petani Desa Rawang Baru, Pentus Sinaga mengatakan bahwa pembangunan pompa air tersebut tidak tepat sasaran karena dibangun di daerah lubuk air.

“Seharusnya dibangun di daerah yang selalu kekurangan air, kalau di sini, untuk apa, air banyak terus, lagian dekat dengan tali air,” tukasnya.

BACA JUGA..  Pemkab Taput Harapkan Dukungan Sosialisasi Regulasi dalam Mengelola Lahan MHA

Menurutnya, pembangunan pompa air tersebut terkesan terburu-buru dan asal jadi. Selain itu, masyarakat juga tidak diajak bermusyawarah.(bbs)