HUT NAGAN RAYA

13 Ribu Peserta KIS Dinonaktifkan, BPJS-Dinsos dan Dinkes Karo Saling Buang Badan

oleh -101 views

posmetromedan.com – Sebanyak 13 ribu peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS) Kabupaten Karo dinon-aktifkan secara diam-diam, tanpa pemberitahuan kepada masyarakat. Saat pengguna komplain, tiga pihak terkait PBJS Cabang Karo, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan saling buang badan.

Ulah tidak bertanggungjawab tersebut otomatis memakan korban. Seorang warga yang harus mengoperasi anaknya karena sakit jantung, kemarin (2/9/2020) mengadu kepada wartawan.

Dodo (48) warga Kecamatan Payung Kabupaten Karo, mengaku sangat bingung akibat kepesertaannya sebagai penerima KIS tiba-tiba non aktif. Katanya, saat dia sedang tengah mengurus administrasi anak kandungnya yang sedang dirawat di RS Efarina Etaham, Berastagi, oleh pihak rumah sakit bahwa kepesertaan KIS nya sudah tidak dapat dipergunakan lagi (non aktif).

“Saya bingung dan langsung menuju BPJS. Hal yang sama dikatakan pihak BPJS bahwa kartu KIS kami sekeluarga sudah tidak berlaku dan tidak aktif lagi. BPJS menyarankan kami mendaftar ulang sebagai peserta BPJS sehingga 14 hari Kedepan akan aktif kembali,” tutur petani ini kepada sejumlah wartawan.

BACA JUGA..  Polsek Selesai dan Danramil 02/SL Bagikan Masker

Diceritakan pak Dodo, katanya, awalnya dia dan keluarganya mendapat KIS dari puskesmas Kecamatan Payung. Kartu kesehatan itu sudah pernah mereka pergunakan, saat istrinya operasi di rumah sakit. Bahkan saat itu biaya operasi istrinya semua ditanggung KIS.

“Dulu sudah pernah digunakan istri saya saat sakit. Sementara saat ini anak saya mengidap penyakit yang serius, karena itu kami ingin kembali menggunakan Kartu KIS ini. Tapi kenapa tidak bisa dipakai lagi. Kami orang susah tentu Kartu ini sangat berharga sehingga kami simpan dengan baik dan dipergunakan saat penting. Saat ini tidak berlaku, apalah daya kami orang kecil, entah apalagi yang harus dilakukan mengobati anak saya yang menderita kebocoran pada jantung dan harus segera di operasi,” ujar bapak dua anak ini lirih kepada sejumlah wartawan.

BACA JUGA..  Oknum Anggota TNI Diduga Terlibat Membunuh Asiong di Jurang Berastagi

Keluhan Dodo selanjutnya dikonfirmasi wartawan kepada pihak BPJS melalui Kepala Cabang BPJS Kabanjahe, Sri widyastuti. Kacab tersebut mengatakan bahwasanya pengurangan pengguna KIS diberlakukan pertanggal 1 Juli 2020, melalui Provinsi Sumatera Utara. Kuota Karo sekitar 13 ribu peserta pengguna KIS.

“Pengurangan pengguna faedah KIS itu dari Provinsi. Untuk data-datanya silahkan Konfirmasi ke pihak Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan,” ujar Sri Widyastuti singkat melalui aplikasi WhatsApp resminya Rabu (02/09) pukul 11.00 WIB.

Diwaktu berbeda, Kadis Sosial Benyamin Sukatendel saat dikonfirmasi, malah mengirimkan nomor stafnya Kasi Penanggulangan Kemiskinan Marcel Sudirman. Saat Kasi tersebut dikonfirmasi pada pukul 13.25 WIB melalui WhatsApp terkait data real penerima faedah pengguna dan penonaktifan KIS, dia mengatakan kalau data realnya ada di Dinas Kesehatan.

BACA JUGA..  Pemkab Langkat Gelar Bimtek Penanganan Covid 19

“Data real ada di Dinas Kesehatan. Dinsos justru minta data pada pihak Dinkes, karena ini sebenarnya wewenang antara Dinas Kesehatan Provinsi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten, karena yang menganggarkan KIS APBD adalah Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Jawaban menjengkelkan kembali diterima wartawan dari Kadis Kesehatan Karo dr.Irna Sembiring. Katanya, data real tersebut ada di Puskesmas masing-masing daerah. Sementara menyangkut publikasi merupakan tanggungjawab dari pihak BPJS,

Ketidak-becusan berbagai pihak yang menanggungjawabi soal kesehatan masyarakat di Kabupaten Karo, mendapat kecaman dari berbagai pihak juga. Banyak yang mengatakan, ketidak becusan itu adalah menjadi tanggungjawab Bupati Karo. (mrk)