Protes Kontrak Kerja, Ratusan SPSI Deliserdang Serbu PKS PT LAB

oleh

DELISERDANG – Aksi unjukrasa di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Leomas Anugrah Bersaudara (LAB) di Dusun I Desa Negara/Beringin Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang kembali berlangsung.

Sejak kurun waktu tiga tahun, tepatnya saat pertama kali pendirian hingga pengoprasian perusahaan pengolahan minyak kelapa sawit itu telah kesekian kalinya didemo.
Menurut warga, pendirian PKS PT LAB pernah didemo hingga melahirkan RDP di Pemkab Deliserdang. Sayangnya RDP tersebut tidak berpihak terhadap warga. Disebut warga, awal demo lantaran merasa terjolimi atas pemalsuan tanda tangan warga guna kelengkapan persyaratan penerbitan ijin PKS PT LAB.

Selain itu, baru-baru ini dua kubu serikat bekerja melakukan aksi klaim mengklaim ikatan kerja di PKS PT LAB. Atas kejadian tersebut pihak pemerintah desa, kecamatan, kabupaten dan polres harus ambil peran guna meredam permasalah tersebut.

BACA JUGA..  Gerbang Investasi Indonesia Barat, Bobby Nasution Promosikan Sumut ke Dubes Australia

Ironisnya, dengan persoalan itu beberapa warga setempat nyaris mendekam di sel tahanan atas pengaduan pihak PKS PT LAB karena dituduh telah menganiaya security di perusahaan milik Agu Leowardi itu.

Pun begitu, Selasa (7/5), ratusan massa PC.F.SPSI Kabupaten Deliserdang melakukan aksi demo mengepung PKS PT LAB guna memprotes kontrak kerja dengan manajemen PKS PT LAB sesuai nomor surat kontrak 001/Kontrak/LAB/V/2018 tertanggal 1 Agustus 2018 yang ditandatangani Rustam Hafani selaku Manajer PKS PT LAB yang dinilai sepihak.

BACA JUGA..  Tak Bisa Bayar Rp 3,4 Juta, Kakek Miskin Tertahan Di RS Amri Tambunan

Pantauan POSMETRO MEDAN, demo yang dikawal ketat puluhan personil polsek Talun Kenas jajaran Polres Deliserdang tersebut sempat memanas akibat massa sempat memaksa masuk ke dalam pabrik. Beberapa jam kemudian, Sekjen PC.F.SPSI Deliserdang, Daniel Aritonang menyampaikan agar massa SPSI bersabar dan pulang ke rumah masing – masing dengan alasan pihak PKS PT LAB meminta agar persoalan tersebut diselesaikan di kantor pusat PKS PT LAB di Jalan Adam Malik Medan.

“Harap bersabar. Tuntutan kita telah direspon. Barusan pihak PT LAB telah mengundang kita ke kantornya di Jalan Adam Malik besok (hari ini—red),” tegas Aritonang.
Menyikapi permasalahan tersebut, pemilik PKS PT LAB belum dapat dikonfirmasi karena tidak berada di tempat. Rustam Hafani menjelaskan, keputusan berada di tangan pemilik perusahaan.

BACA JUGA..  Perkuat Hubungan dengan Belanda, Bobby Nasution Fokus Kerja Sama Ketahanan Pangan dan Energi

“Bos tidak hadir di pabrik. Semua permasalahan akan diselesaikan di kantor Medan”, ujarnya di hadapan kerumunan massa.
Di sisi lain, sejumlah warga mengaku resah dan sempat khawatir atas insiden tersebut.

“Kami sempat takut tadi mau lewat bang. Kami kirain ntah apa yang terjadi. Banyak kali orangnya, ngeri kami melihatnya,” ujar seorang pengendara yang mengaku hendak berangkat kerja melintas di area demo. (dil)