Patung Tengkorak

oleh

 

Pascaditabrak Wak Labu dan si Gombung, patung di pinggir jalan rusak parah. Sebagai bentuk tanggungjawab, Wak Labu memerintahkan Lae Tambun untuk membangun ulang konstruksi patung seperti sedia kala.

Mengapresiasi niat baik Wak Labu, masyarakat ikut berpartisipasi menyisihkan riskinya untuk menyumbang pembangunan.

Sialnya, setelah uang terkumpul dan Lae Tambun melaksanakan tugasnya, hasil yang diharapkan ternyata tak sesuai kenyataan. Bukannya dapat pujian masyarakat, Wak Labu justru jadi sasaran kemarahan warga.

BACA JUGA..  Polresta DS Tahan 187 Tersangka, Ribuan Butir Pil Ekstasi dan 54,3 kg Sabu Dimusnahkan

Gak mau konyol, Wak Labu segera memanggil Lae Tambun dengan penuh kemarahan.

Wak Labu: Sini Kau Lae Tambun! Bikin sakit kepalaku saja Kau bah!
Lae Tambun: Kenapa Wak Labu(sambil belagak bodoh)kok marah samaku kayak gitu?
Wak Labu:(muka merah tangan melayang ke kepala Lae Tambun. Ketepok…)belagak bego Kau!
Lae Tambun:(sambil mengelus kepalanya yang terkena pukulan tangan Wak Labu)Kok semakin marah Kau Wak Labu! Aku salah apa?
Wak Labu: Itulah. Patung yang kau bangun itu. Patung apa itu?
Lae Tambun: Patung tengkoraklah Wak Labu. Kan Kau yang nyuruh bangun patung kek gitu.
Wak Labu:(mata melotot sambil makin emosi)Aku yang nyuruh? Kapan kusuruh Kau bangun patung kek gitu?
Lae Tambun:(penasaran, menggerutu sambil berlalu meninggalkan Wak Labu)Belum sembuh Kau rupanya. Sia-sia betekak sama orang yang lupa ingatan.
Wak Labu:(bengong dengan tatapan kosong, membiarkan Lae Tambun pergi sambil berujar)Apa iya Aku belum sembuh?Lae Tambun:(tak menghiraukan dan tetap pergi)Berobat lagi lah Kau Wak Labu.(***)