Normalisasi Sungai Bendera Lambat, Warga Merana

oleh
oleh
Nasib Simorangkir SH mewakili massa aksi damai di kantor perwakilan proyek normalisasi Sungai Bendera di Jalan Asrama, depan sekolah Yayasan Eka Prasetya, Kamis (15/10/2026) pagi.

POSMETRO MEDAN – Proyek normalisasi Sungai Bendera, Jalan Asrama, Medan, membuat warga sekitar merana, sebab kerap kebanjiran jika hujan.

Kondisi ini telah beberapa kali disampaikan kepada perwakilan proyek, tapi pihak proyek cuek dan pihak terkait terkesan tutup mata.

Padahal, keluhan dimaksud tidak hanya disampaikan secara lisan (pertemuan dengan pihak proyek) tetapi juga tulisan.

Hal ini disampaikan warga terdampak banjir khususnya di kawasan Jalan Kemiri, Jalan Baru, dan Jalan Pemasyarakatan.

BACA JUGA..  Kasus Begal di Sei Rotan, Pelaku Keempat Ditembak

Salah satu perwakilan warga, Nasib Simorangkir SH, mengatakan jika kondisi memprihatinkan ini tak lepas dari lambatnya pengerjaan proyek.

“Beberapa Minggu ini pengerjaan proyek kita lihat berhenti. Kami dengar baru akan dilanjutkan bulan Desember 2026 mendatang,” ujar Nasib usai menggelar aksi damai di kantor perwakilan proyek, tepat di depan sekolah Yayasan Eka Prasetya, Kamis (15/10/2026) pagi.

BACA JUGA..  Kecelakaan Beruntun, Sopir Angkot Tewas, 9 Orang Luka

Menyikapi keluhan warga, J.Tarigan selaku konsultan pengawas proyek menyebut jika apa yang menjadi keluhan warga telah disampaikan kepada pihak proyek.

Hanya saja, dikatakannya, dalam proyek ini tidak ada anggaran untuk bantuan seperti tuntutan warga, terkait ganti rugi perabotan terdampak banjir selama pengerjaan normalisasi berlangsung.

Terkait tertundanya pengerjaan aliran sungai di sekitaran Jalan Baru dan Jalan Pemasrakatan, Tarigan menyampaikan jika itu akibat terkendala dana.

BACA JUGA..  Desakan Tangkap Oknum Ketua OKP Digaungkan

Dan situasi itu telah disampaikan kepada perwakilan warga, dalam pertemuan pada tanggal 17 September 2026 lalu.

Lanjutnya, salah satu poin dalam pertemuan tersebut, pihaknya akan berupaya merealisasikan pengerjaan secepat mungkin.

“Dalam pertemuan itu, kita sudah kasih gambaran jika pengerjaan kemungkinan mulai dilakukan pada awal Desember 2026.

Sebab segala sesuatunya butuh proses, terutama persetujuan pihak terkait, dan terpenting kucuran dana,” imbuhnya.(ras)