Diduga Bantuan Dialihkan kepada Orang Lain, Warga Minta Kepling 12 Kelurahan Binjai Dipecat

oleh
Warga Lingkungan 12, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai saat menyampaikan keluhan tak menerima bantuan beras 30 kg.

POSMETRO MEDAN – Warga Lingkungan 12, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai minta Kepala Lingkungan (Kepling) berinisial MIH dipecat. Pasalnya, warga menduga bantuan sosial (bansos) diselewengkan atau dialihkan kepada orang lain.

Raden Pandala Pohan (61) mengaku heran jika dirinya tidak mendapatkan bantuan beras 30 kg. Pasalnya, barcode beras namanya beralih dengan nama orang lain.

“Heran juga dengan masalah ini. Saya tanya dengan kepling, malah buang badan. Diduga data saya diselewengkan kepling kepada orang lain,” ucapnya, Senin (5/10/2026) .

Raden juga mengaku selama 50 tahun tinggal di sana, dirinya pun tidak pernah mendapatkan bantuan apapun. Karena, tidak pernah didata dengan kepling.

“Seharusnya, kepling mendata warganya layak atau nggak mendapatkan bantuan. Saya yang jelas-jelas tidak punya kerjaan tetap dan rumah tidak layak malah tak ada dapat bantuan. Ironisnya malah masuk desil 6 pula lagi. Gimana kinerja kepling tersebut?” kesalnya.

BACA JUGA..  Soroti Jabatan Plt Kepala Dinkes dan RS dr Pirngadi, Dewan Nilai Akan Mengurangi Pelayanan Kesehatan

Hal senada juga dilontarkan omak-omak berinisial SDS (51). Dirinya meminta datanya diperbaiki. Pasalmya, datanya dipakai orang lain untuk menerima bantuan.

“Aku tahu dataku dipakai orang lain saat si kantor lurah ambil bantuan beras. Barcode keluar, tapi yang ambil orang lain. Aku ikhlas jika memang tidak mendapatkan bantuan. Tolong data-data diriku diperbaiki dan jangan disalahgunakan,” pintanya.

SDS juga minta kepling MIH betul-betul kerja untuk mendata warga siapa saja yang berhak mendapatkan atau nggak baik itu lansia atau bantuan apapun.

BACA JUGA..  Turnamen Kejuaraan Sepakbola Piala Wali Kota Medan, Dewan Apresiasi Pembinaan Prestasi Pelajar Tingkat SD dan SMP

“Kepling harus mengayomi masyarakat siapa yang layak dibantu. Jangan mentang-mentang warga banyak yang kasih duit, itu yang diberikan. Jika warga yang tak memberikan uang malah tak dapat bantuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bonar panjaitan (45) mengaku barcode beras atas nama almh orangtuanya Minar boru Simanungkalit keluar. Lantas, dirinya menyuruh adiknya yang untuk mengambil bantuan beras di kantor lurah. Namun di kantor lurah, bantuan beras tidak dikasih lantaran nama penerima dengan mengambil berbeda. Anehnya lagi, begitu dialihkan dengan penerima lain bantuan tersebut malah bisa diambil

“Dimana kinerja kepling MIH. Sudah jelas-jelas orangtua saya sudah meninggal malah dapat barcode. Ini menunjukkan jika kepling MIH kurang mendata warganya. Begitu ada masalah, kepling seenaknya buang badan,” ketusnya.

BACA JUGA..  Letkol Inf Wahidin Sobar Sambut Kunjungan Silahturahmi Kapolres Tebing Tinggi

Sarimah Harahap (64) mengaku jika setiap bantuan turun melalui perpanjangan tangan kepling selalu minta uang pelicin. “Jangan lupa uang rokoknya ya,” tiru Sarimah.

Namun permintaan itu tidak pernah dilayani. “Warga lain sering lah kasih uang rokok jika ada bantuan. Kalau saya tidak pernah. Karena saya pun tak punya uang,” bebernya.

“Kami mohon kepada Pak Wali Kota Medan Rico Waas untuk menyelidiki masalah ini. Karena diduga barcode banyak diselewengkan kepada orang lain. Jika perlu kami minta kepling MIH diganti dengan orang-orang yang lebih layak lagi,” celetuk warga lainnya.

Terpisah, Lurah Binjai Sarinah Pohan belum memberikan jawaban sampai berita ini tayang. (*)

Editor: Ali Amrizal