Bantaran Rel Tembung Diguncang Penggerebekan, Enam Pria Diciduk

oleh
Enam pria yang diamankan pihak kepolisian. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Seakan tak pernah jera, kawasan bantaran rel kereta api di Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, kembali menjadi sasaran penggerebekan Satresnarkoba Polrestabes Medan, Selasa (20/10/2026) sore. Enam pria diamankan dalam operasi tersebut, tiga di antaranya diketahui merupakan residivis.

Penggerebekan berlangsung dramatis. Saat petugas melakukan penyergapan, keenam pria berinisial SF, ZN, ZE, HL, WS, dan DP itu berupaya melarikan diri.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi di sepanjang bantaran rel hingga seluruhnya berhasil diamankan.

BACA JUGA..  Motif Dendam Pribadi, Doni Pacek Dihabisi Sesama Anggota PP

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan, petugas bahkan sempat bergumul dengan sejumlah pria tersebut saat proses pengamanan.

Dari lokasi, polisi menyita tiga paket sabu, sebelas paket ganja siap edar, puluhan alat isap, timbangan elektrik, serta uang tunai yang diduga berkaitan dengan transaksi narkoba.

Dari enam pria yang diamankan, dua di antaranya merupakan residivis kasus kejahatan lain, sementara satu lainnya merupakan residivis kasus narkoba.

BACA JUGA..  Kutalimbaru Digerebek! Ganja dan Senjata Disita

Tak berhenti pada penangkapan, tim gabungan juga menghancurkan dan membakar seluruh barak narkoba yang ditemukan di sepanjang bantaran rel.

Langkah ini dilakukan untuk memutus ruang bagi aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang kembali ditemukan di kawasan tersebut.

AKBP Rafli Yusuf Nugraha menegaskan, pihaknya tidak akan membiarkan kawasan itu kembali menjadi tempat praktik narkoba.

“Kawasan ini akan terus kami pantau. Jika praktik serupa kembali kami temukan, kami tidak akan bosan menggerebek kawasan ini. Kami juga mengajak peran aktif masyarakat untuk sama-sama memerangi narkoba,” tegasnya.

BACA JUGA..  Kepala Unit Bank BRI Tersangka Korupsi Dana KUR

Penggerebekan berulang di bantaran rel Tembung menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan langkah berkelanjutan, bukan sekadar penindakan sesaat.

Polisi pun mengajak masyarakat berani memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

Editor: Oki Budiman