Peristiwa nahas itu terjadi di lintasan rel KM 32+7/8, petak Jalan Teluk Dalam. Tubuh korban dilaporkan terpisah menjadi dua bagian setelah terseret beberapa meter oleh kereta yang melaju dari Medan menuju Rantau Prapat.
Salah seorang warga, Marno (49), mengaku sempat mendengar kabar kecelakaan tersebut saat suasana kampung masih ramai oleh aktivitas warga yang baru merayakan Lebaran.
“Pagi buta tadi warga masih banyak yang terjaga. Lalu tersebar kabar kalau ada kereta menabrak seseorang. Setelah dicek, ternyata korban adalah Dimas,” ujarnya.
Menurut informasi yang beredar di tengah masyarakat, sebelum kejadian korban sempat berselisih dengan orang tuanya. Ia disebut kecewa karena tidak diizinkan meminjam sepeda motor milik pacar adiknya. Setelah itu, korban pergi dari rumah dengan berjalan kaki.
Diduga dalam kondisi emosional, korban kemudian duduk di atas rel yang berada tidak jauh dari rumahnya. Nahas, ia tertidur di lokasi berbahaya tersebut tepat saat kereta melintas.
Tanpa sempat menghindar, tubuh korban langsung dihantam KA Sri Bilah Utama U16 yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Asahan, Ipda J. Situmorang, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian bersama personel Polsek setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Korban diduga tidur di pinggir rel saat kereta melintas menuju Rantau Prapat. Kejadian ini sudah ditangani dan korban telah dievakuasi,” jelasnya.
Jenazah korban sempat dibawa ke puskesmas setempat sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya berada di area rel kereta api, sekaligus menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.(*)