POSMETROMEDAN.com – Kinerja Kepala Puskesmas (Kapus) Labuhan Deli, Deliserdang dinilai bobrok terutama pasca renovasi gedung puskesmas.
Dimana, Dr Febrianto selaku Kapus terkesan cuek dengan kondisi sampah yang berserakan di sekitar gedung puskesmas.
Bukan hanya sampah organik dan plastik berserakan tetapi juga sampah bekas medis (Limbah B3), seperti jarum suntik, cairan dan sebagainya yang ditumpuk dalam satu tempat.
Jika ini dibiarkan, tentu sangat membahayakan kesehatan warga sekitar dan juga masyarakat yang datang berobat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP LSM PERINTIS, PMH. Sidauruk, SKM di Medan, pasca melihat langsung kondisi di puskesmas dimaksud pada Jumat (11/3/2022) lalu.
Dikatakan Sidauruk, berdasarkan investasi LSM PERINTIS, selama sepekan terdapat permasalahan pengelolaan management Puskesmas tersebut. Seperti, tidak adanya IPAL, tidak adanya tong sampah yang memadai, serta tidak adanya pemilahan sampah Organik, Anorganik dan limbah B3.
“Gedung Puskesmas yg dibangun dengan dana yang cukup besar namun tidak sejalan dengan pengelolaan yang sebanding. Pimpinan Puskesmas sepertinya tidak mampu bekerja maksimal untuk memajukan Puskesmas tersebut,” ujar Sidauruk.
PMH Sidauruk yang memiliki bidang ilmu Kesehatan Masyarakat ini sangat menyesalkan sikap tak acuh sang pimpinan Puskesmas terhadap upaya kemajuan sarana publik tersebut.
“Sesuai bidang ilmu yg saya miliki banyak kejanggalan yang terjadi di Puskesmas itu. Bila kondisinya dibiarkan maka gedung mewah yang dibangun dengan anggaran Miliaran Rupiah tersebut akan jadi bangunan tua menyeramkan, bahkan bukan tidak mungkin jadi kawasan sumber penyakit, ” imbuhnya.
Selain itu, tambah PMH Sidauruk, pelayanan terhadap masyarakat juga sangat jauh dari maksimal sesuai peruntukkannya. Ini tak lepas dari kurangnya disiplin kehadiran pegawai dan staf.
Dr Febrianto seharusnya mengetahui dan menegur kekurangdisplinan anak buah, bukan malah terkesan melakukan pembiaran.
Pun begitu, kurang disiplinnya pegawai dan staf tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Sebab mungkin saja itu buah dari contoh sang pimpinan.
“Senakal-nakalnya anak buah, dia (anak buah) tidak akan berani datang suka-suka jika pimpinannya rajin masuk kantor,” tandasnya tanpa maksud menuduh Dr Febrianto jarang mengantor di Pusmeskas. Meski, sambung Sidauruk, beberapa pegawai sempat nyeletuk jika Dr Febrianto terbiasa hadir satuatau dua kali seminggu. (*)
Reporter: Hiras Situmeang
Editor: Hiras Situmeang












