Masyarakat Desa Silandorung Labuhanbatu Diedukasi BKKBN Sumut

oleh -115 views

POSMETROMEDAN.com-Indonesia sedang menghadapi masalah serius tentang stunting. Dimana stunting ini mempengaruhi kondisi pada anak yang ditandai pertumbuhan postur badan yang jika dibandingkan dengan umurnya.

Kondisi ini dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun dan harus segera ditangani dengan segera dan tepat.

Provinsi Sumtera Utara (Sumut) melakukan sosialisasi pendataan keluarga untuk mengedukasi masyarakat tentang stunting.

BACA JUGA..  Dekranasda Deliserdang Gelar Festival Kreasi Motif Tahun 2021

Kegiatan ini dilaksakan di Desa Silandorung Kabupaten Labuhanbatu, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari BKKBN Sumut, Dra Rabiatun Adawiyah MPHR. Ia memberikan edukasi tentang penyebab stunting.

“Berbagai faktor penyebabnya misalnya asupan gizi yang buruk, berkali-kali terserang penyakit infeksi, bayi lahir prematur, serta berat badan lahir rendah (BBLR),” tutur Dra Rabiatun.

BACA JUGA..  Karang Taruna Lau Tepu Simalem Bantu Korban Kebakaran di Langkat

“Kondisi tidak tercukupinya asupan gizi anak ini biasanya tidak hanya terjadi setelah ia lahir melainkan bisa dimulai sejak ia masih di dalam kandungan,” sambungnya.

Persoalan ini menjadi perhatian khusus Anggota Komisi IX DPR RI, Dr Saleh Partaonan Daulay MAg MHum MA.

Ia hadir langsung di kegiatan sosialisasi tersebut, agar target penurunan angka stunting hingga 14% di tahun 2024 dapat tercapai.

BACA JUGA..  Koramil Bangun Purba Salurkan Sembako dari Danrem 022/PT

Sosialisasi ini dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia dan setiap tahun dilakukan pembaharuan data.

Sumatera Utara baru mencapai angka 68,93% dari target (posisi 11 nasional) dan Pakpak Bharat menjadi satu-satunya kabupaten yang selesai mendata 100% target keluarganya di tanggal 31 Mei 202.(bbs)

EPAPER