Nakes RSU Permata Bunda Ancam Mogok Kerja

oleh -62 views

POSMETROMEDAN.com – Puluhan tenaga kesehatan (nakes) menggelar aksi menuntut manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Permata Bunda, agar mengeluarkan gaji mereka selama dua bulan yang belum dibayarkan.

Aksi protes tersebut berlangsung di halaman RSU Permata Bunda, Jalan Sisingamangaraja, Medan, kemarin (7/6).

“Gaji kami dua bulan belum dibayarkan dari mulai April, Mei dan ini sudah masuk bulan Juni,” kata perwakilan nakes, Suhendri.

Selain itu, puluhan nakes ini juga menuntut pihak manajemen RSU Permata Bunda segera membayar iuran BPJS Kesehatan selama delapan bulan serta BPJS Ketenagakerjaan selama sembilan bulan. Padahal setiap bulan gaji mereka dipotong untuk membayar iuran tersebut.

BACA JUGA..  Tiga Juru Masak Shusi Mentai Mengadu Ke DPRD Medan

Menurutnya, akibat tidak dibayarkannya iuran BPJS Kesehatan, para nakes tidak dapat berobat ke rumah sakit.

Jika dalam waktu dekat pihak manajemen rumah sakit tidak menanggapi tuntutan tersebut, puluhan nakes ini mengancam akan melakukan mogok kerja.

“Persoalan ini dialami hampir seluruh tenaga kesehatan dan itu sudah terjadi sejak pertengahan tahun lalu. Namun belum juga ada penyelesaian dari pihak manajemen,” sebutnya.

BACA JUGA..  Fakultas Hukum UMSU Edukasi Warga Kampung Badur

Suhendri mengatakan pihak manajemen RSU Permata Bunda selalu berdalih di balik pandemi Covid-19. Menurutnya alasan itu tidak masuk akal lantaran kejadian yang dialami para nakes telah terjadi sejak 2017 silam.

Sementara Humas RSU Permata Bunda, Helmi S. Putra, mengaku masa pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama merosotnya pendapatan rumah sakit.

Helmi tak menampik bahwa rumah sakti tidak memiliki uang untuk membayar semua tunggakan gaji, iuran BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan para nakes.

BACA JUGA..  Lansia Diatas 60 Tidak Boleh Terima Bantuan Pemko

“Memang belum kita bayar, karena selama pandemi ini cash flow kita terganggu. Kita sedang berupaya menyelesaikannya. Kami manajemen berupaya secepatnya,” ungkap Helmi. (ali)

EPAPER