SFA Membangun ke Level Tingkat Nasional

oleh
POSMETROMEDAN.com – Terbentuknya Sergai Football Academy (SFA) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) atas dasar ingin membangun sepak bola yang ada didaerah.
Tujuannya hanya ingin membangun kelevel yang lebih baik sepak bola didaerah ini, agar Sergai ini dikenal ditingkat Nasional.
Hal itu, dikatakan Susanto (40) pelatih (Coach) SFA ditengah kesibukan melatih anak didiknya dilapangan Stadion 26 Juli Desa Rambong Sialang Kecamatan Sei Rampah, Selasa (2/3).
“Untuk melatih anak didik usia muda yang ingin bergabung, Susanto bersama tim SFA tidak ada mengutip biaya (Gratis). Begitu juga disini kami tidak ada mengharapkan imbalan apapun untuk melatih,” katanya.
Menurutnya, dimana talenta sepak bola yang ada didaerah Sergai ini banyak prospek menuju ketingkat Nasional, sebut Susanto atau yang kerap disapa Santos ini.
Selain itu, bakat-bakat mereka ini sangat mendukung untuk ketingkat level Nasional.
“Namun, terkadang yang menjadi kendala di daerah selalu ditemui adalah pelatih yang kurang berlisensi. Seperti pengalaman yang belum memadai, untuk melatih dan membina sepak bola di suatu daerah,” ujarnya.
Santos pelatih (Coach) SFA merupakan asli putra daerah kelahiran Desa Rambong Sialang memilki Lisensi B AFC yang pernah bergabung di sejumlah tim Liga Indonesia.
“Disini, saya hanya ingin membangun sepak bola di Sergai, karena dulu Kabupaten Sergai banyak menciptakan pemain sepak bola yang bagus,” bilangnya.
Selama berdiri 8 bulan, SFA telah menorehkan sejumlah prestasi seperti 3 even sepak bola didaerah salah satunya juara 1 turnamen piala Bupati Langkat.
“Alhamdulilah di 3 even daerah ini kami 2 kali  mendapat juara III, di even terakhir yakni turnamen sepak bola piala Bupati Langkat kami juara I,” kata Santos.
Santos pun berharap, semua pihak dapat mendukung dan mensportnya untuk membangun sepak bola ternama di Sergai ini.
Tentunya, dengan bakat saja tidak cukup untuk menjadi pemain itu hebat, butuh proses belajar, punya kemauan, kerja keras, dan pengorbanan untuk kelevel yang lebih tinggi.
“Karena saat ini orang hanya melihat prestasi yang sudah dipuncaknya saja, tetapi tidak melihat bagimana proses itu terjadi, semua itu dibutuhkan perjuangan,” pungkasnya.(sur)
BACA JUGA..  Semarak Honda Wahidin Cup 2026 Kembali Hadirkan Panggung Kompetisi Basket Pelajar Sumatera Utara