HUT NAGAN RAYA

Kartu Kredit Oknum Anggota DPRD Medan Diduga Diretas, Ranto Sibarani Somasi PT Maybank

oleh -105 views

posmetromedan.com – Merasa tidak pernah melakukan transaksi serta kartu kreditnya dicurigai diretas, Anggota DPRD Kota Medan, Drs Wong Chun Sen tak terima. Melalui kuasa hukumnya, Ranto Sibarani SH melakukan somasi terhadap PT Maybank Indonesia Tbk, Selasa (15/9/2020).

Hal itu dilakukan Ranto lantaran surat tagihan kartu kredit (terlampir) yang terus masuk pada kliennya oleh pihak PT Maybank.

Diceritakan Ranto, terkuaknya aksi peretasan kartu kredit kliennya bermula dari adanya telepon dari nomor 08170028884 yang mengaku sebagai petugas PT Maybank yang menyebutkan jika kartu kredit kliennya disadap dan melakukan transaksi yang mencurigakan.

BACA JUGA..  Pembunuh Jefri Wijaya Terungkap, Jatanras Poldasu Masih Pengembangan 

Sekitar 1 menit setelah mendapat telepon tersebut, klien saya menerima sms transaksi. Karena curiga, lalu klien kami langsung menghubungi pihak PT Maybank yang diterima petugas bernama Zaki dan mengaku akan segera menindaklanjutinya dengan nomor referensi COOBPZZ, ungkap Ranto didampingi pengacara lainnya, Josua Rumahorbo, Kamal Pane dan Yudhi Syahputra dikantornya.

Dijelaskan Ranto, usai melaporkan hal tersebut, Zaki pun menginformasikan agar klien kami membuat surat pernyataan sanggahan agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan pihak PT Maybank dan klien kami tidak perlu membayar tagihan tersebut.

BACA JUGA..  Keluarga Unjuk Rasa, Minta Kapolda Usut Kematian Ginting

“Usai diberitahu petugas, klien saya langsung membuat Surat Pernyataan Sanggahan Transaksi tertanggal 29 April 2020 ke PT Maybank Indonesia Tbk. Namun surat tagihan terus masuk pada klien saya. Tentunya dengan kejadian ini klien saya merasa keberatan lantaran tak pernah melakukan transaksi sesuai surat tagihan PT Maybank dengan nomor S.2020.VII.016/DIR OPS tertanggal 3 Juli 2020,” tegas Ranto.

Lanjutnya, pihaknya bersama rekan pengacara lainnya pun mengaku akan akan melakukan langkah hukum terhadap PT Maybank jika kliennya terus menerus ditagih atas transaksi yang tak pernah dilakukan kliennya tersebut.

BACA JUGA..  Pangdam I/BB Tutup Dikmata TNI AD Gelombang I

Somasi yang kita layangkan berisi tuntunan antara lain agar PT Maybank menghentikan tagihan atas transaksi yang tidak dilakukan klien kami. Kami juga meminta PT Maybank untuk mengusut secara tuntas dan terbuka oknum yang meretas kartu kredit klien kami yang diduga bekerja sama dengan orang dalam. Kita juga berharap PT Maybank mengambil langkah strategis untuk melindungi transaksi elektronik kliennya serta nasabah lainnya, tandas Ranto. (rel/gib)