Plt Bupati Langkat Pastikan Pemerintah Hadir Bawa Pelayanan di Perbatasan

oleh
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti kunjungi warga Desa Salahaji, Pematang Jaya, Rabu (7/10/26) di halaman SDN 057238 Air Putih. (posmetro)

POSMETROMEDAN.com- Dari wilayah paling ujung Langkat berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh, Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti memastikan pelayanan pemerintah hadir dan dirasakan masyarakat hingga pelosok perbatasan.

Komitmen itu ditegaskan Tiorita saat bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Salahaji, Kecamatan Pematang Jaya, Rabu (7/10/2026). Kegiatan berlangsung di halaman SDN 057238 Air Putih, dirangkaikan dengan Bakti Sosial Terpadu, Pencanangan Titik Nol Kabupaten Langkat, serta penyerahan kunci rumah hasil program bedah rumah.

Tiorita menyerahkan langsung kunci rumah kepada dua keluarga penerima manfaat program bedah rumah hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Langkat dengan Baznas Langkat. Masing-masing keluarga menerima bantuan Rp25 juta, sehingga total bantuan mencapai Rp50 juta.

Bantuan bersumber dari dana infak dan sedekah yang dihimpun melalui Gerakan Infak dan Sedekah ASN Langkat dan dikelola Baznas Langkat.

Tiorita mengatakan, program bedah rumah bentuk kepedulian pemerintah bersama Baznas untuk membantu masyarakat memperoleh hunian layak, aman, dan nyaman.

BACA JUGA..  Samosir Kembali Dipercaya Pemerintah Pusat, PATS Rp6,9 Miliar Dibangun di Pakpahan

“Semoga rumah ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan membawa kenyamanan serta kebahagiaan bagi keluarga. Mudah-mudahan bantuan ini menjadi berkah dan meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat,” ujar Tiorita.

Tak berhenti pada bantuan rumah, kehadiran pemerintah juga diwujudkan melalui pelayanan langsung bagi masyarakat. Dalam Bakti Sosial Terpadu tersebut, warga mendapat pasar murah, pemeriksaan kesehatan gratis, sunat massal, pelayanan keluarga berencana, serta layanan administrasi kependudukan berupa pembuatan KTP elektronik, Kartu Keluarga, akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak.

Selain itu, disalurkan pula makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, bantuan kursi roda, 30 paket sembako, serta 25 paket perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu berprestasi di Pematang Jaya.

Tiorita menegaskan, pelayanan pemerintah tidak boleh berhenti di pusat kabupaten maupun kawasan perkotaan. Masyarakat yang tinggal di wilayah terluar juga harus mendapatkan perhatian dan akses pelayanan sama.

BACA JUGA..  Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah, Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut

“Yang paling penting adalah masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah. Kita ingin pelayanan dan kepedulian ini benar-benar sampai kepada masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terluar Kabupaten Langkat,” tegasnya.

Untuk memastikan berbagai persoalan masyarakat dapat langsung didengar dan ditindaklanjuti, Tiorita sengaja membawa seluruh jajaran kepala perangkat daerah ke Pematang Jaya.

“Hari ini saya sengaja mengajak seluruh jajaran perangkat daerah hadir bersama. Bukan untuk menunjukkan banyaknya pejabat yang datang, melainkan untuk menunjukkan bahwa masyarakat tidak menghadapi persoalannya sendirian. Ada pemerintah yang terus bekerja dan ada masyarakat yang menjadi mitra utama dalam pembangunan daerah,” katanya.

Tiorita juga menghadirkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Stabat untuk memperkuat kolaborasi memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi masyarakat yang bekerja sebagai petani di Pematang Jaya.

BACA JUGA..  Polda Sumut Didesak Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Jilbab di Pemkab Deli Serdang

Sementara di sektor layanan keuangan, Tiorita mengajak perwakilan Bank Sumut mendengarkan langsung aspirasi warga terkait kebutuhan layanan ATM di Pematang Jaya.

“Saya berharap Bank Sumut dapat segera merealisasikan harapan masyarakat akan tersedianya layanan ATM di Kecamatan Pematang Jaya, sehingga masyarakat lebih mudah dalam melakukan berbagai transaksi keuangan,” harapnya.

Masyarakat Desa Salahaji menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab dan Baznas Langkat. Berbagai program yang dihadirkan dinilai memberi manfaat langsung, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan Langkat tidak boleh meninggalkan wilayah terluar. Dari Pematang Jaya sebagai kawasan perbatasan, pemerintah menunjukkan bahwa jarak dan kondisi geografis bukan alasan untuk menghadirkan pelayanan, perlindungan sosial, serta manfaat pembangunan bagi masyarakat.(*)
Reporter: M Alzi
Editor: Sahala