POSMETRO MEDAN – Poldasu mengamankan tiga orang lagi, terkait kasus penembakan yang menewaskan anggota Pemuda Pancasila, Doni Pacek.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, enam orang tersebut telah diamankan untuk diperiksa terkait keterlibatan mereka dalam kasus penembakan tersebut.
Saat ini, keenam orang tersebut masih menjalani pemeriksaan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut.
Sementara itu, pelaku utama yang diduga menjadi otak penembakan masih dalam pencarian polisi. Pelaku diduga melarikan diri setelah melakukan aksinya.
“Iya, untuk pelaku utamanya, yang saat ini dianggap sebagai otak pelaku, masih dalam pencarian petugas,” ujarnya.
Peristiwa ini sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, seorang pria yang disebut sebagai keluarga korban berteriak di sebuah rumah sakit karena tidak terima keluarganya tewas ditembak.
Pria tersebut bahkan mengancam akan membalas dendam kepada pelaku, yang disebut bernama Husein Sukri.
“Meninggal orang itu. Nyawa dibalas nyawa. Kalau tidak tutup mata polisi dua jam saja, kupastikan aku tidak masalah dipenjarakan seumur hidup. Yang penting Husein Sukri mati,” ucap pria tersebut dalam video.
“Nyawa dibayar nyawa. Tiga orang korban kena tembak, satu orang sudah tewas. Mana tangkapan polisi, kapolsek, kapolres, kapolda?” lanjutnya.
Diketahui, penembakan terjadi pada Minggu (18/10/2026) malam. Korban dan rekannya diberondong tembakan saat berada dalam mobil.(bbs)











