Audiensi ke DPRD Langkat, LSM BITRA Indonesia Dorong Pembangunan Irigasi di Secanggang

oleh
LSM BITRA Indonesia dan warga Secanggang audiensi ke DPRD Langkat untuk, Rabu (7/10/26) di Stabat. (posmetro)

POSMETROMEDAN.com- LSM BITRA Indonesia dan masyarakat dari Desa Kebun Kelapa, Desa Sei Ular, Desa Tanjung Ibus, dan Kelurahan Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang audiensi ke DPRD Langkat menyampaikan kebutuhan pembangunan infrastruktur irigasi di wilayahnya, Rabu (7/10/2026).

Audiensi diterima Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin bersama anggota DPRD Langkat Sedarita Ginting, didampingi perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Langkat.

LSM BITRA Indonesia menyampaikan hamparan lahan persawahan seluas sekitar 1.080 hektare di empat wilayah tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Iswan Kaputra dari LSM BITRA Indonesia selaku pendamping masyarakat mengatakan, pembangunan irigasi sangat dibutuhkan mengingat lahan persawahan di wilayah tersebut saat ini belum mendapatkan dukungan sistem irigasi yang memadai.

Menurut Iswan, pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara terkait persoalan tersebut. Dari koordinasi itu, pihaknya diarahkan untuk berkoordinasi dengan Dinas PUTR Langkat.

BACA JUGA..  Wabup Syafrizal Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Kisaran

“Persoalan irigasi ini sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan produktivitas pertanian dan keberlanjutan lahan persawahan,” kata Iswan.

Sementara itu, warga Desa Kebun Kelapa, Sigit Pamungkas, mengatakan kebutuhan irigasi sangat mendesak karena saat ini petani hanya dapat melakukan penanaman padi satu kali dalam setahun.

Ia menyebutkan, produksi padi saat ini diperkirakan mencapai 5–6 ton dalam sekali panen. Namun, jika areal persawahan tersebut mendapatkan pasokan air melalui sistem irigasi yang memadai, produktivitas diyakini dapat meningkat.

“Kalau areal persawahan ini dialiri irigasi, kami yakin hasil panen bisa mencapai 7 ton per hektare,” ujar Sigit.

BACA JUGA..  Jaksa Sahabat Pendidik Didukung Tiorita, Kawal Masa Depan Bangsa 

Sigit juga mengkhawatirkan petani akan beralih fungsi lahan dengan menanam kelapa sawit apabila persoalan irigasi tidak segera ditangani.

“Kalau irigasi tidak terlaksana, kami khawatir petani akan beralih menanam kelapa sawit di areal persawahan ini,” katanya.

Dari pihak Dinas PUTR Langkat, disampaikan bahwa solusi jangka pendek yang dapat dilakukan adalah pembangunan pompa air. Satu unit pompa diperkirakan dapat mengairi sekitar 10 hektare lahan persawahan.

Sementara untuk pembangunan jaringan irigasi permanen dengan memanfaatkan sumber air dari Sungai Wampu, dibutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga diperlukan perencanaan dan dukungan anggaran dari berbagai pihak.

Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin menyambut baik aspirasi masyarakat dan mendukung rencana pembangunan infrastruktur irigasi di Desa Kebun Kelapa, Desa Sei Ular, Desa Tanjung Ibus, dan Kelurahan Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang.

BACA JUGA..  Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah, Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut

“Kami akan berkoordinasi ke kementerian terkait di pusat,” ujar Sribana.

Anggota DPRD Langkat Sedarita Ginting mengatakan pihaknya akan berupaya mendorong agar pembangunan infrastruktur irigasi tersebut dapat diusulkan dalam APBD Langkat Tahun Anggaran 2027.

“Selain dari APBD Kabupaten Langkat, proyek infrastruktur irigasi ini juga dapat bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara maupun dukungan pihak ketiga,” ungkapnya.

Dalam audiensi tersebut, LSM BITRA Indonesia juga menyerahkan desain rencana pembanguan infrastruktur irigasi kepada Ketua DPRD Langkat. Penyerahan desain itu menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan pembangunan sistem irigasi yang diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan di Langkat.(*)
Reporter: M Alzi
Editor: Sahala