Wabup Toba Tegaskan Musrenbang Bukan Seremonial, OPD Diminta Hadir

oleh
Wabup Toba secara tegas mengingatkan seluruh pimpinan OPD agar meluangkan waktu menghadiri Musrenbang kecamatan.(ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDANAudi Murphy O. Sitorus menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan panggung strategis yang menentukan arah pembangunan daerah. Penegasan itu disampaikannya saat memimpin apel gabungan ASN di halaman Kantor Bupati Toba, Senin (2/3/2026) pagi.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Toba secara tegas mengingatkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar meluangkan waktu menghadiri Musrenbang Kecamatan yang akan berlangsung selama dua minggu ke depan.

“Upayakan pimpinan OPD hadir. Kalau tidak bisa mengikuti semua, minimal berbagi tugas dengan pejabat di OPD masing-masing. Sampaikan isu-isu strategis yang mewarnai perencanaan tahun berikutnya,” tegasnya.

BACA JUGA..  Rico Waas Ikuti Rakor Nasional, Operasi Ketupat 2026 Amankan Mudik di Medan

Menurutnya, kehadiran pimpinan OPD dalam Musrenbang bukan hanya soal formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

Ia bahkan mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar soal tunjangan atau fasilitas. Lebih dari itu, jabatan adalah ruang untuk menunjukkan kapasitas, integritas, dan komitmen.

“Jabatan ini tidak semata-mata soal tunjangan. Ada panggung untuk menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Kalau kita tidak bisa menggunakan panggung itu, mau ngapain lagi?” ujarnya dengan nada tegas.

BACA JUGA..  Pria Pemilik 4,39 Gram Sabu Diamankan

Wabup menilai Musrenbang merupakan momentum penting bagi setiap OPD untuk memaparkan persoalan riil, tantangan strategis, sekaligus solusi yang ditawarkan dalam perencanaan pembangunan tahun berikutnya. Tanpa kehadiran pimpinan OPD, proses perencanaan dikhawatirkan kehilangan substansi dan arah kebijakan yang kuat.

Lebih jauh, ia mendorong agar perencanaan tidak hanya berhenti di forum formal. Diskusi nonformal dengan masyarakat, tokoh-tokoh yang kompeten, hingga obrolan santai bersama warga dinilai sama pentingnya dalam menggali kebutuhan riil di lapangan.

“Libatkan orang-orang yang paham, yang tahu dan mengerti tentang apa yang kita rencanakan. Saat ngopi atau berbincang dengan warga, tanyakan langsung kepada masyarakat. Supaya apa yang kita hasilkan benar-benar sesuai kebutuhan mereka,” pesannya.

BACA JUGA..  Jalinsum Medan Lubuk Pakam Rusak Mulai Ditambal Sulam

Pesan ini sekaligus menjadi penekanan bahwa pembangunan yang efektif lahir dari partisipasi dan kepekaan terhadap aspirasi publik, bukan sekadar hasil rapat administratif.

Dengan instruksi tegas tersebut, Musrenbang Kecamatan di Kabupaten Toba diharapkan tidak lagi menjadi agenda seremonial, melainkan forum strategis yang mampu melahirkan perencanaan pembangunan yang terukur, partisipatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.(*)

REPORTER: Dhani Manurung

EDITOR: Putra Jabir