Demo Tuntut Kapolrestabes Medan Copot, Ricuh!

oleh
oleh
Salah seorang mahasiswa terluka, setelah disebut sempat diamankan ke Mapolrestabes Medan.

 

POSMETRO MEDAN – Aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) di depan Mapolrestabes Medan berakhir ricuh, Senin (9/2/2026).

Kalangan mahasiswa menilai Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, gagal dalam melaksanakan tugas.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan agar Kapolri mencopot perwira berpangkat tiga melati emas itu.

“Copot Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak. Karena dinilai tidak mampu memimpin serta menegakkan hukum di wilayah Kota Medan,” tulis massa dari mahasiswa di spanduk.

BACA JUGA..  Warga Demo Galian C Ilegal di Desa Paku Galang

Situasi belakangan memanas. Dalam insiden tersebut, dua mahasiswa terpaksa diamankan ke dalam Polrestabes Medan, sedangkan beberapa peserta aksi diduga mengalami pemukulan.

Kericuhan terjadi saat massa hendak membakar ban sebagai bentuk ekspresi protes. Namun, aksi itu dicegah petugas dengan mengambil ban yang sudah disiapkan massa. Situasi kemudian memanas hingga terjadi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.

BACA JUGA..  Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Pengendara Sepeda Motor di Lubuk Pakam

Ketua HIMMAH Kota Medan, Imransyah Pasai, mengatakan pihaknya sebenarnya berharap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dapat langsung menemui massa aksi. Namun kondisi di lapangan tidak kondusif.

“Kami berharap bapak Kapolrestabes Medan menanggapi langsung aksi kami. Tapi ketika kami beriringan di sini, ada hal-hal yang terkendala sehingga keadaan menjadi chaos,” ujar Imransyah di lokasi.

Ia juga menyesalkan adanya tindakan kekerasan terhadap peserta aksi, termasuk tim media mereka.

BACA JUGA..  Pekerja Tambang Emas Tewas Ditimpa Pohon

“Tim media kami tiba-tiba dibawa ke dalam, dan ketika keluar mukanya sudah babak belur, ada yang bocor, badannya juga hampir remuk. Ini sangat kami sayangkan,” katanya.

Menurut Imransyah, peristiwa tersebut menjadi catatan buruk dalam penyampaian aspirasi di Kota Medan. Ia meminta perhatian dari pimpinan Polri hingga Presiden RI agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami mohon kepada petinggi negara, bapak Kapolri dan bapak Presiden, tolong perhatikan Kota Medan,” ucapnya.(bbs)