PLTA PT Karo Bumi Energi Didemo Ratusan Masyarakat

oleh -247 views

POSMETROMEDAN.com – Ratusan masyarakat Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, berunjukrasa menuntut Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Karo Bumi Energi dan sub kontraktornya PT Anhe Hydro Engenering , untuk menghentikan seluruh aktifitasnya, Jumat (17/09/2021) siang.

Aksi damai itu dikawal ketat petugas dari Polres Karo. Masyarakat yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa itu, menyampaikan tuntutannya.

Diketahui, saat ini PT Karo Bumi Energi telah melaksanakan aktifitasnya dengan mengebom (meledakkan dinamit) untuk teworongan pembangunan PLTA. Selain  merugikan warga, aktifitas itu juga dinilai tidak sesuai kesepakatan.

Menurut Anda Rudi Pelawi (45) selaku koordinator aksi, dalam orasinya mengatakan, pada tanggal 5 Juli 2021 lalu, masyarakat dan management PT Karo Bumi Energi telah melakukan pertemuan di balai desa.

BACA JUGA..  Tidak Terima Dipolisikan, Ipda PJPS Laporkan Putra Kandung

Dalam pertemuan tersebut telah disepakati beberapa poin. Dan katanya lagi, sebelum kesepakatan dilaksanakan, PT Karo Bumi Energi melalui sub kontraktornya PT Anhe Hydro Engenering , tudak boleh melakukan aktifitasnya.

“Management PT Karo Bumi Energi telah mengangkangi kesepakatan dengan masyarakat Desa Kandibata. Masyarakat tidak terima dengan ulah mereka,” ujarnya menggunakan pengeras suara.

Lokasi proyek PLTA tersebut sanhat dekat dengan pemukiman masyarakat, hanya dibatasi sungai. Sehingga sangat mengganggu warga sekitar.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Kandibata memohon kepada pihak PT Karo Bumi Energi dan sub kontraktornya PT Anhe Hydro Engenering menghentikan seluruh kegiatan sebelum seluruh janji- janji dipenuhi sebagaimana hasil musyawarah desa pada tanggal 5 Juli 2021 lalu di Balai Desa kandibata,” kata Anda Rudi Pelawi didampingi Kongres Sinulingga.

BACA JUGA..  Tiga Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Warga di Deliserdang

Pelawi menambahkan, mereka sangat heran karena ternyara tanpa sepengetahuan warga, ada 5 orang masyarakat yanh secara diam-diam meneken surat persetujuan.

“Kelima orang itupun merupakan perangkat desa. Ada apa ini? Apa ada apanya, koq hanya lima orang yang bertanda tangan,” tegas Pelawi.

Setelah sekian lama pengunjuk rasa damai menyampaikan orasinya, pihak keamanan dari Polres Tanah Karo mencoba bernegosiasi dengan pihak manajemen perusahaan.

BACA JUGA..  Komplotan Pencuri Sepeda Motor Diringkus Polsek Biru Biru

Didampingi sejumlah petugas Polres Tanah Karo pihak perusahaan mencoba berdialog dengan massa. Tetapi dalam dialog juga belum menemukan kata sepakat.

Massa sambil bernyanyi ria dibawah terik matahari tetap bertahan di lokasi, dan mereka mengancam akan menyegel lokasi serta mengusir seluruh pekerja sampai ada kepastian tuntutan warga masyarakat.

“Kalau tidak ada kepastian jawaban dari pihak perusahaan kami tetap akan bertahan di lokasi. Bila perlu kami akan mendirikan tenda berkemah disini,” ujar Pelawi. (mrk)

EPAPER