Kasus Penipuan Rp3,6 Miliar, Abang Beradik Kompak Dituntut 18 Bulan

oleh
TUNTUTAN : Dua abang beradik dituntut 18 bulan penjara karena mengakali teman kecilnya senilai Rp 3,6 miliar.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com-Dua abang beradik kompak dituntut selama 1 tahun 6 bulan penjara. Itu karena keduanya menipu teman kecilnya senilai Rp3,6 miliar.

Keduanya masing-masing, Tanuwijaya Pratama alias Awi warga Komplek Graha Metropolitan Jalan Kapten Sumarsono Helvetia dan Robert Sulistian alias Atak warga Jalan Jalak IV Medan Marelan.

Dalam amar tuntutannya, jaksa penuntut umum (JPU) Randi Tambunan menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Sehingga mengakibatkan Rudy (korban) mengalami kerugian sebesar Rp3,6 miliar.

“Menyatakan bahwa kedua terdakwa secara sah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan secara bersama-sama sesuai dengan dakwaan melanggar pasal 378 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” ujar Randy dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/5/2021).

BACA JUGA..  PLN Cabut KWH Meter Pedagang Martabak di Jalan Gajah Madan

“Menuntut terdakwa masing -masing selam 1 tahun 6 bulan penjara dengan perintah terhadap terdakwa dilakukan penahanan,” sambungnya.

Sebelum membacakan tuntutan, JPU mempertimbangkan hal -hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal yang memberatkan, terdakwa belum berdamai dan perbuatan terdakwa merugikan korban.

“Sedangkan hal yang meringgankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum,” sebut Randy.

BACA JUGA..  Dipergoki Mencuri HP, Kakek di Siantar Ancam Warga Pakai Gergaji

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan, ketua majelis hakim Imannuel Tarigan menunda persidangan hingga minggu depan. Agendanya memberi kesempatan kepada kedua terdakwa untuk melakukan pembelaan (pledoi).

“Sidang ditunda hingga minggu depan dan kedua terdakwa diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan atas tuntutan yang diajukan JPU,” ucap Imannuel menutup persidangan.

Diberitakan sebelumnya, kedua terdakwa melakukan penipuan terhadap Rudy pada tahun 2016. Kedua terdakwa membujuk Rudy agar mau investasi modal usaha di CV. Permata Deli yang bergerak dalam usaha meubel dan furniture.

BACA JUGA..  Miliki Daun Ganja, Satu Petani Diringkus di Agara

Saat itu, kepada korban dijanjikan keuntungan dijanjikan 33 persen. Selain itu, kepada Rudy kedua terdakwa juga berjanji akan membuka perusahaan yang baru dan akan mengalihkan modal Rudy ke perusahaan baru tersebut.

Tujuannya untuk mempermudah pembukuan dan perhitungan keuntungan perusahaan meubel yang akan dijalankan kedua terdakwa.

Namun, semua janji hanya tinggal janji. Uang melayang, janji tidak terealisasi. Korban merugi hingga Rp3,6 miliar.(bbs)