Pangkosek Hanudnas III Sambangi Ponpes Al-Kautsar

  • Whatsapp
FOTO BERSAMA: Pangkosek Hanudnas III Medan, Marsma TNI Esron S.B. Sinaga, S.sos didampingi Danlanud Soewondo Kolonel Pnb JH Ginting, Danwing III Paskhas Kolonel Pas Deni Ramdani SE, Handoko foto bersama dengan pemilik Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Syech Ali Akbar Marbun, Ustad Amhar Nasution, Ustad Buya Amirudin, serta Ustad Zulfikar.

POSMETROMEDAN – Pangkosek Hanudnas III Medan, Marsma TNI Esron S.B. Sinaga, S.sos melakukan anjangsana ke Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Jalan Pelajar No 264 Medan, Sumatera Utara, Rabu (22/7).

Kunjungan pejabat baru Kosek Hanudnas III itu disambut langsung oleh Syech KH Ali Akbar Marbun selaku pendiri sekaligus pengasuh.
Pada kunjungan silaturahmi itu, Pangkosek didampingi Danlanud Soewondo Kolonel Pnb JH Ginting, Danwing III Paskhas Kolonel Pas Deni Ramdani SE. Sedangkan dari lingkungan Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Syech Ali Akbar Marbun turut didampingi Ustad Amhar Nasution, Ustad Buya Amirudin, serta Ustad Zulfikar.

Bacaan Lainnya

Ustad Amhar Nasution yang dihubungi wartawan, Kamis (23/7) pagi mengamini adanya kunjungan itu. “Oh iya, itu kunjungan perkenalan. Karena Pak Esron Sinaga itu kan pejabat baru sebagai Pangkosek Hanudnas. Baru bertugas lebih kurang satu dua minggu ini,” katanya di balik gagang seluler.

Kunjungan dari rombongan Pangkosek ini, kata Ustad Amhar, adalah merupakan kunjungan silaturahmi sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para pejabat nasional mau pun daerah. Bahkan, lanjutnya, Syech Ali Akbar Marbun yang biasa disapa Ustad Buya itu juga acap disambangi oleh Presiden, Wapres seperti oleh Maaruf amin, Panglima TNI, dan sebagainya.

“Ya biasalah. Namanya pejabat baru, jadi berkunjung. anjangsana. Pertama, beliau (Pangkosek-red) memperkenalkan diri sebagai pejabat baru. Selanjutnya belia juga mohon doa restu, serta dukungan supaya bisa bekerja dengan bagus,” jelasnya.

Diterangkannya lagi, sebelum bertemu dengan Ustad Buya, Pangkosek ada melihat cukup banyak foto-foto pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar itu berpose dengan Presiden Jokowi, Wapres, serta para pejabat tinggi negara lainnya.

“Jadi beliau (Pangkosek-red) meminta untuk dipertemukan dengan Ustad Buya. Kemudian, beliau kan tahu bahwa Buya itu adalah tokoh agama besar, jadi beliau minta nasehat lah, supaya mereka bekerja dengan baik,” ujarnya.

Pertemuan itu sendiri, kata Ustad Amhar, tidak terlepas dari gagasan Handoko Hardjono bersama dirinya. “Pak Handoko itu kan sahabat banyak tokoh dan kalangan. Dia sahabat saya, dan dia juga sahabat Pangkosek. Sehingga kami gagas lah pertemuan ini. Kita berbincang untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga Ideologi Pancasila. Jadi akhir kata, leleng ma hita mangolu jala sahat tu panggabean (panjang lah umur kita dan mencapai kemakmuran-red),” pungkasnya.

Terpisah, Handoko Hardjono yang dihubungi wartawan juga membenarkan adanya pertemuan tersebut. “Iya, Kami kemarin siang melakukan kunjungan silaturahmi ke Pesantren Al-Kautsar. Kami ada berbincang dua jam lebih tentang kerukungan umat beragama, adat istiadat, keamanan, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” terang salah satu pengusaha besar advertising Kota Medan itu.

Atas adanya pertemuan yang digagasnya bersama Ustad Amhar tersebut, Handoko Hardjono kembali mengucapkan terima kasih kepada Syech KH Ali Akbar Marbun alias Ustad Buya. “Terima kasih atas penyambutan dan penerimaan terhadap kami yang begitu ramah dan baik,”

Sekedar untuk diketahui, Syech KH Ali Akbar Marbun adalah salah satu tokoh agama besar di Sumatera Utara, bahkan di tingkat nasional. Pria yang biasa disapa Ustad Buya itu lahir di Desa Siniang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Syekh KH Ali Akbar Marbun adalah anak ke 7 dari 8 bersaudara, ayahnya Buyung Marbun (Alm) dengan ibunya Hj Chadijah bt Nainggolan (meninggal pada usia 105 tahun) yang merupakan petani dan orang yang taat beragama Islam.

Dahulu di masa mudanya, Syekh Ali belajar di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Sumatera Utara yang didirikan oleh Syech Musthafa Husain Nasution yang pada waktu itu dipimpin oleh H Abdullah Musthafa Nasution dan guru besarnya Syech Abdul Halim Lubis.
Setelah belajar di Pesantren Musthafiyah selama 4 tahun, pada tahun 1969 Syech Ali Akbar Marbun menunaikan ibadah Haji ke Mekkah dan tinggal di sana untuk belajar dari ulama-ulama Sunni, salah satunya kepada Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani.

Usai belajar di Mekkah, pada tahun 1978 Syech Ali Akbar Marbun pulang ke Medan dan mendirikan Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar. Syekh KH Ali Akbar Marbun terpilih menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar Ke-33 NU Jombang yang dipilih oleh para Muktamirin.

Setelah diadakan tabulasi, Syekh Ali mendapat suara sebanyak 246 suara. Anggota Ahwa bertugas memilih Rais Aam PBNU yang akan menahkodai NU di periode 2015-2020.(red)

Pos terkait