Istri Korban Pembunuhan Kritik Polresta Deli Serdang

oleh
oleh
Ratna Dewi Barus meminta terduga pelaku pembunuh suaminya diamankan lagi, usai dilepaskan Polresta Deli Serdang.

POSMETRO MEDAN – Ratna Dewi Barus (44) warga Kecamatan Namorambe, mengkritik kinerja Kapolresta Deli Serdang atas dilepaskannya terduga pelaku pembunuh suaminya, Aman Tarigan (41).

Ditemui wartawan di Mapoldasu, Senin (9/2/2026), Ratna meluapkan kekecewaannya sembari mengenang bagaimana suaminya meregang nyawa dengan sangat sadis.

Aman tewas dibunuh usai tubuhnya ditikami menggunakan pisau oleh sekeluarga RNI, dan diduga dua orang lagi yakni DAS (abang RNI) dan BGS (ayah dari RNI dan DAS).

Awalnya, Ratna berkeyakinan pihak kepolisian akan menuntaskan kasus ini dengan profesional. Begitu juga nantinya di pengadilan, para pelaku dijatuhi hukuman setimpal.

Namun belum lagi kasus ini bergulir di kursi pesakitan, dia justru mendapat kabar salah satu terduga pelaku sudah dilepaskan penyidik Polresta Deli Serdang.

BACA JUGA..  Oknum ASN Batubara Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

Orang dimaksud adalah BGS. Padahal, menurut Ratna, berdasarkan keterangan saksi-saksi pihaknya, BGS turut serta dalam pembunuhan.

“Saya dengar bapaknya (BGS) sudah bebas. Saya betul-betul enggak terima. Saya betul-betul enggak terima,” kata Ratna.

Polisi dinilai berpihak kepada pelaku, sehingga salah satu terduga pelaku dipulangkan.

Ia menduga, dipulangkannya BGS karena salah satu penyidik yang menangani kasus ini memiliki hubungan keluarga.

“Saya dengar keluarga terduga pelaku dan penyidik bernama Jalan Ginting dan mungkin rekan-rekannya, ada hubungan kekerabatan,”ungkapnya.

BACA JUGA..  Korupsi Pembangunan RSU di Nias, Kejari Tahan PPK

“Jadi, saya minta kalau bisa, penyidiknya digantilah karena saya enggak nyaman dibuat seperti itu,” sambungnya.

Dewi merasa, usai dipulangkannya BGS, mereka ketakutan apabila BGS juga membunuh anak dan dirinya, seperti yang dilakukan terhadap suaminya.

“Udah pasti saya enggak nyaman. Apalagi sampai sekarang saya masih trauma dengan kejadian itu.” kesahnya.

Dewi menjelaskan, pembunuhan terhadap suaminya terjadi pada Sabtu 31 Januari dinihari lalu.

Malam itu, Aman bersama rekannya sedang minum di sebuah warung. Tak lama kemudian, pelaku utama berinisial RNI lewat mengendarai sepeda motornya.

Secara spontan, rekan Aman (korban) memanggil pelaku RNI dan ia pun berhenti.

BACA JUGA..  Asap Tebal Piccu Tabrakan Beruntun di Jalan Tol Binjai-Langsa

Aman, karena tak merasa memanggil disebut sempat meminta maaf atas perlakuan rekannya.

Tak lama kemudian, RNI pergi meninggalkan lokasi dengan sepeda motornya.

Namun tak lama, RNI datang kembali bersama abangnya inisial DAS, juga ayah keduanya, BGS. Disinilah Aman ditikami menggunakan pisau yang dibawa pelaku dari rumah.
“Ternyata dia pulang itu udah berniat jahat, mau melakukan pembunuhan. Jadi, dibawalah, serta abang sama bapaknya dengan membawa senjata-senjata, senjata tajam.”

Dewi berencana melaporkan penyidik ke Propam karena dianggap tidak profesional. Ia pun berharap terduga pelaku ditangkap kembali, dan dihukum seberat-beratnya.(tbn)