Babysitter Dikobel -Kobel Hingga Nyaris Diperkosa Majikan

oleh
Korban Pelecehan

POSMETRO MEDAN – SF (22) warga Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang dianiaya dan nyaris diperkosa oleh majikan saat bekerja sebagai babysitter.

Kasus inipun sudah dilaporkan korban ke Polresta Deli Serdang dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan nomor : STTLP/B/6/I/2026/SPKT POLRESTA DELI SERDANG pada 5 Januari 2026. Korban yang merupakan janda anak satu ini kini mengaku masih trauma dan berharap agar pihak kepolisian cepat memproses laporannya dengan menangkap pelaku.

Menurut pengakuan korban, majikan yang dilaporkan korban ini berinisial VR warga Desa Bakaran Batu Lubuk Pakam dan perbuatannya pelaku sudah 2 kali mau memperkosanya. Padahal belum 24 jam korban bekerja di dalam rumahnya.

” Sudah dua kali dalam sehari pelaku mau memperkosa saya dan melakukan penganiayaan dengan memeluk sambil menggerayangi tubuh saya secara paksa,” ungkap korban pada wartawan, Senin(12/1/2025).

Korban, SF dengan wajah tampak pucat dan nafas tak beraturan karena rasa trauma yang masih dirasakannya menceritakan, ia mulai bekerja di rumah pelaku sejak 2 Januari 2026 kemarin didapatnya dari media sosial bahwa pelaku membutuhkan seorang babysitter untuk menjaga anak perempuan berusia kurang lebih 1 tahun 2 bulan.

BACA JUGA..  Polres Langkat Ungkap Sejumlah Kasus Narkotika dalam Satu Malam

Karena korban juga lagi membutuhkan pekerjaan dan merasa pernah berpengalaman SF pun kemudian tertarik hingga menghubungi pelaku dan bersedia menerima pekerjaan itu.

“Aku melihat di medsos lowongannya tanggal 1 malam dan tanggal 2 sekitar pukul 10.00 aku datang ke rumahnya. Karena butuh pekerjaan saya saat itu mau karena gajinya 2 juta sebulan. Kerjaan utamanya jadi babysitter sekalian bersih bersih rumahlah,” ujar SF.

Di rumah majikannya itu hanya ada 3 orang. Selain majikan dan anaknya juga ada satu ibunya. Disebut kalau majikannya itu telah pisah bersama istrinya.

“Malam pertama itu aku tidur bersama ibu dan anak pelaku di kamar. Kalau pelaku itu tidak tidur-tidur dia mabuk dan minum-minum di dalam rumah. Disitu aku pun belum ada merasa yang aneh karena diawal pertemuan pelaku sama ibunya itu bilang nggak usah takut di rumah ini. Pelaku pun bilang katanya dia sudah nggak ada rasa lagi sama perempuan lain gara-gara ada masalah sama istrinya,” kata SF.

BACA JUGA..  Pembunuh Boru Siadari Divonis 11,5 Tahun

Suasana baru berubah setelah ibu pelaku pada pukul 04.00 subuh keluar untuk pergi kerja menjalankan usaha jual bumbu di pasar Tanjung Morawa. Setelah itu pelaku sudah berani masuk kamar dan berusaha merayu untuk melakukan hubungan suami istri. Pada percobaan pertama ini korban sempat berteriak setelah mengetahui kamar telah terkunci.

“Yang pertama itu masih ada anaknya di dalam kamar dan sudah bangun. Setelah aku teriak dia minta-minta maaf karena aku bilang juga aku mau berhenti. Itu sekitar pukul 06.30,” ucap SF

Meski telah berjanji tidak mengulangi perbuatannya, namun SF mengaku aksinya bejat majikannya itu semakin menjadi-jadi rupanya. Saat anak korban sedang buang air besar dan dibawa ke kamar mandi untuk dibersihkan ternyata pelaku kembali merencanakan perbuatan yang sama. Saat korban kembali masuk ke dalam kamar untuk mengambil pampers pelaku langsung masuk kamar dan mematikan telepon.

BACA JUGA..  Gelapkan Motor Kawan, Aca Divonis 30 Bulan Penjara

“Disitu mulutku langsung dibekap dan didorongkannya aku ke tempat tidur dengan posisi telungkup. Tangan kanannya bekap mulutku baru kemudian tiga jari tangan kirinya masukkan ke kemaluanku. Tapi aku berusaha terus untuk melawan,” ungkap korban.

Karena terus melakukan perlawanan dan sempat berteriak kembali pelaku disebut akhirnya mau keluar ruangan. Saat itu SF pun menyebut berusaha untuk kabur dari rumah. Saat posisi pelaku sedang tidur disitulah ia kabur dari rumah dengan cara melompat pagar. Ia kemudian meminta pertolongan kepada tukang becak untuk diantar ke rumah uwaknya tempat dimana ia sejak lama tinggal.

“Aku sudah visum dan buat laporan ke polisi. Cuma sampai sekarang belum ada kabar dari polisi. Aku minta supaya pelaku bisa diproses,”katanya.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol Rosqi Akbar yang dikonfirmasi kasus ini mengaku sudah memberikan perhatian. “Masih proses lidik, sudah saya sampaikan ke penyidiknya untuk diproses cepat,” pungkas Risqi.( Wan)

EDITOR : Putra