POSMETRO MEDAN – Aurelie Moeremans menjadi sorotan publik setelah resmi merilis buku memoar berjudul Broken Strings pada penghujung 2025.
Sejak Minggu (11/1/2026) hingga Senin (12/1/2026), nama Aurelie bersama judul buku tersebut ramai diperbincangkan dan masuk jajaran topik populer di media sosial.
Warganet ramai membahas berbagai kisah dan penggalan pengalaman pribadi yang diungkap Aurelie dalam memoar itu. Salah satu bagian yang paling menyita perhatian publik adalah pengakuan Aurelie sebagai korban manipulasi dalam sebuah hubungan personal.
Pengalaman tersebut dialami Aurelie ketika usianya masih sangat muda, melibatkan seorang pria yang kala itu hampir dua kali lebih tua darinya.
Kisah dalam buku ini juga menyinggung sejumlah sosok yang pernah hadir dalam kehidupan Aurelie, termasuk mantan kekasihnya, musisi Roby Tremoti.
Broken Strings mengisahkan perjalanan hidup Aurelie sejak masa kanak-kanak. Ia tumbuh di Belgia dalam kondisi penuh keterbatasan dan dikenal sebagai pribadi yang pendiam serta pemalu.
Sejak usia dini, Aurelie telah dihadapkan pada berbagai pengalaman tidak menyenangkan, mulai dari perundungan hingga hidup di lingkungan yang keras. Meski demikian, ia berusaha untuk tetap menjadi anak yang patuh dan berperilaku baik.
Perjalanan hidup Aurelie berubah ketika memasuki usia remaja dan mendapat kesempatan terjun ke dunia hiburan di Indonesia. Kesempatan itu bermula dari ajang pencarian bakat yang kemudian membuka jalan ke dunia sinetron dan periklanan.
Di tengah fase baru kehidupannya tersebut, Aurelie bertemu dengan seorang pria bernama Bobby, yang usianya saat itu hampir dua kali lipat darinya.
Bobby dengan cepat masuk ke dalam kehidupan Aurelie dan keluarganya. Hubungan keduanya pun berkembang menjadi semakin serius, meski sejak awal sudah muncul tanda-tanda bahaya, seperti sikap Bobby yang posesif, manipulatif, dan cenderung mengontrol.
Secara bertahap, Aurelie terjerumus dalam hubungan yang tidak sehat. Ia dijauhkan dari lingkaran pertemanan dan akhirnya dipaksa melakukan hubungan intim melalui manipulasi psikologis.
Pada saat itu, Aurelie bahkan tidak menyadari bahwa dirinya mengalami kekerasan seksual karena Bobby membungkus tindakannya dengan janji pernikahan.
Sejak kejadian tersebut, kehidupan Aurelie digambarkan semakin gelap. Hingga akhirnya, kebohongan dan tekanan yang dibangun Bobby mulai runtuh, dan Aurelie berjuang keras untuk melepaskan diri sekaligus memulihkan diri dari trauma yang dialaminya.
Aurelie Moeremans merilis Broken Strings secara gratis melalui akun media sosial pribadinya. Memoar ini tersedia dalam dua bahasa, yakni Inggris dan Indonesia, serta ditulis dari sudut pandang korban.
Meski menggunakan nama samaran, isi buku tersebut kembali memunculkan kisah masa lalu Aurelie dan menyeret nama Roby Tremoti, yang diketahui pernah menjalin hubungan dengannya.
Menurut laporan Insertlive, Roby Tremoti sempat dikabarkan menikah dengan Aurelie pada 2011, saat Aurelie berusia 18 tahun. Pernikahan tersebut disebut berlangsung tanpa kehadiran orang tua dan tidak tercatat secara resmi oleh negara.
Dalam unggahan media sosial pada 2020, Aurelie mengungkap bahwa pernikahan tersebut dijalaninya dalam kondisi terpaksa. Ia juga mengaku kerap menerima ancaman apabila berusaha meninggalkan hubungan tersebut.
Sejak peluncuran buku Broken Strings, Aurelie menerima gelombang dukungan dari publik atas keberaniannya mengungkap pengalaman hidup tersebut. Namun, di sisi lain, tidak sedikit warganet yang melontarkan kecaman terhadap Roby.
Menanggapi situasi tersebut, Roby Tremoti menulis di media sosialnya pada Jumat (9/1/2026) bahwa dirinya menerima banyak “komentar fitnah yang super liar”. Ia menduga tudingan tersebut sengaja diarahkan untuk merusak reputasinya. (net)











