Calon Bupati dan Wacabup Karo Sudah Mulai Bermunculan 

oleh
Kantor Bupati Karo di Kota Kabanjahe. (Marko Sembiring/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Geliat pemilihan bupati dan wakil Bupati Karo sudah mulai terasa. Bahkan nama-nama bakal calon sudah mulai dimunculkan. Padahal, sesuai regulasi pendaftaran baru akan dibuka pada Agustus mendatang.

Regulasi tersebut sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) nomor 2 tahun 2024 tentang tahapan dan jadwal pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota tahun 2024. Tahapan dan jadwal pemilihan pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan 5 Mei 2024,  pendaftaran pasangan calon perseorangan dan partai dan dari partai 27 Agustus sampai 29 agustus 2024.

BACA JUGA..  Jalur Batu Jomba Sipirok Sungguh Menakutkan bagi Pemudik Lebaran

Hal tersebut disampaikan Ketua KPUD Karo, Rendra Gaule Ginting kepada wartawan, Kamis (14/03/2024) di ruang kerjanya.

Dengan semakin dekatnya tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Karo periode 2024 -2029 sejumlah nama telah kandidat bakal calon sudah mulai bermunculan dan menjadi pembahasan disejumlah mangkalnya para orang tua, anak muda dan para akademisi.

Adapun sejumlah nama yang mulai menjadi buah bibir diantaranya, Abet Nego Tarigan Deputi II staf presiden (KSP), Cory C Sebayang, (Bupati Karo aktif), Erunita Anggraini Tarigan (Istri JR Saragih) , Lenny Pury Chelefes (anggota DPRD Karo–Putri Karo Jambi), Rudi Sembiring Meliala (mantan anggota DPRD Batam), Bobby Tarigan (pengusaha), Firman Firdaus Sitepu (pengusaha dan Anggota DPRD Karo), Osaka Hendra Gunting (Pengusaha dan politikus) serta Istepenus Sembiring (Jurnalis dan politikus pendiri Sibayak news).

BACA JUGA..  Marhandel, Tradisi Jelang Lebaran di Tapsel dan Tabagsel

Dari bahasan tersebut masyarakat Karo ingin memilih bupati dan wakil bupati yang akan membawa perubahan bagi pembangunan Kabupaten Karo yang sudah semakin jauh ketinggalan dibanding kabupaten lain yang ada di Sumatera Utara.

“Wajah ibukota Kabupaten Karo yang terlihat jalan ditempat, persoalan air bersih yang tak kunjung teratasi, kemacetan di akabanjahe dari tahun ke tahun menjadi momok yang memalukan, sistem pertanian yang masih tertinggal jauh, parawisata Karo yang tidak tertata dengan baik. Bupati kedepan harus berwawasan yang dapat menyelesaikan persolan untuk mengejar ketertinggalan Tanah Karo Simalem ini,” kata Frans Sinukaban.

BACA JUGA..  Pawai Suluh Maryam 27 Ramadhan Desa Hinai Kanan, Pj Bupati Disambut Ribuan Masyarakat

Disampaikannya lagi, persoalan pengungsi yang sampai saat ini tak kunjung selesai dan akan menjadi PR buat bupati dan wakil bupati terpilih pada periode 2024 -2029, ujarnya. (*)

Reporter: Marko Sembiring
Editor: Maranatha Tobing