Rintihan Ayah di Langkat Minta Keadilan Polisi, Pelaku Pencabulan Putrinya Masih Bebas

oleh
Ilustrasi anak dibawah umur korban pencabulan.(penanegri.com)

POSMETROMEDAN.com- Rintihan tangis seorang ayah dari Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumut, sungguh menyayat hati nurani.

Isak tangisnya meminta keadilan dari aparatur penegak hukum atas kezaliman yang telah menimpa putrinya berusia 7 tahun.

Putrinya yang masih suci telah ternodai, dicabuli oleh dua pria berusia sekitar 15 tahun dan 40 tahun.

Meski sudah dilaporkan, kedua pria pedofil itu masih bebas berkeliaran menghirup udara segar, belum ditangkap untuk diadili sesuai hukum berlaku.

Hal itu diketahui lewat unggahan video viral di media sosial yang diupload pada Jumat 26 Januari 2024.

BACA JUGA..  Pj Gubernur Sumut Pastikan Kondisi Sumut Kondusif Tanpa Kendala

Diketahui ayah korban sudah melapor kejadian tersebut ke Polres Langkat pada Kamis 11 Januari 2024.

Dalam video viral itu, seorang ayah menangis piluh karena laporannya hingga kini belum di proses oleh pihak kepolisian.

“Apakah kami orang yang miskin (jadi) tidak di tanggapi. Kami orang tidak mampu (jadi) nggak di tanggapi,” ungkapnya dalam video sambil sesekali menyapu air matanya.

“Anak saya jadi korban dibiarkan saja. Tolonglah kami,” ucapnya sambil menangis sedih.

Terlihat dalam video itu, Ia ditemani istri dan anaknya yang menjadi korban pencabulan. Mereka berada didalam ruang rumahnya yang masih berdinding tepas dan berlantai papa (seperti rumah panggung).

BACA JUGA..  Simpan Sabu Dibungkus Makanan, Pria 30 Tahun Masuk Penjara

Ia pun menjelaskan ada dua pelaku yang mencabuli anaknya. Ia meminta pihak kepolisian agar menegakkan keadilan.

“Anak saya di cabuli dua orang, dua orang pelakunya. Pak Polisi… Pak tegaskan dengan keadilan. Kayak mana keadilan Polisi itu?. Tegakkanlah yang mana benar yang mana salah,” pintanya penuh harap.

“Karena bukti saya sangat kuat. Sudah ada saksinya,” tambahnya, istrinya pun terlihat ikut menangis dalam video itu.

BACA JUGA..  TKD Sumut Tidak Akui Bunda NW Donatur Utama Capres Prabowo-Gibran

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Dedi Mirza menjelaskan kasus tersebut masih dalam proses penanganan dan kini statusnya dalam penyidikan.

“Laporannya itu baru kami terima 11 januari 2024. Sekarang sudah tahap penyidikan, kami sedang mengumpulkan bukti, karena tanpa bukti kami tidak bisa gegabah menangkap orang,” terangnya.

Ketika di konfirmasi terkait berapa saksi yang diperiksa dan kapan dilakukan penangkapan terduga pelaku ia menjawab.

“Sudah ada beberapa (saksi diperiksa-red). Setelah cukup alat buktinya (baru akan dilakukan penangkapan-red),” tuturnya.(*)

Reporter: MA Santoso
Editor: Mangampu Sormin