Poldasu Amankan 17 Remaja Terlibat Tawuran di Medan Deli 

oleh
Wakil (Waka) Polda Sumut, Brigjen Pol Jawari didampingi Direktur Reskrimum, Kombes Pol Sumaryono, menggelar perkara penangkapan 17 anak remaja yang terlibat tawuran di daerah Medan Deli. Selain positif narkoba, Polisi juga menyita senjata tajam. (Oki Budiman/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Polda Sumatera Utara berhasil mengamankan 17 anak di bawah umur yang terlibat tawuran. Selain memangkap anak kelompok belajar tersebut, sejumlah senjata tajam turut disita.

“17 anak yang kita amankan itu berasal dari dua kelompok,” terang Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Jawari didampingi Direktur Reskrimum, Kombes Pol Sumaryono, Senin (10/7).

Dijelaskannya, ke 17 orang yang diamankan itu berasal dari tempat kejadian perkara (TKP) tawuran.

Dari tawuran kelompok Erlangga dan Lingkungan 7 di wilayah Kecamatan Medan Deli pada 7 Juli 2023 malam lalu, diamankan 11 anak di bawah umur, satu di antaranya positif narkoba.

BACA JUGA..  Ratusan Warga Kecamatan Babalan dan Sei Lepan Tuntut Warung Tuak dan Cafe Maksiat Dibongkar

“Kelompok Erlangga 6 anak diamankan, dan Lingkungan 7 sebanyak 5 orang,” jelas jenderal bintang satu itu.

Sementara, dari lokasi kedua antara kelompok Barak Misteri dan Lengkong Family yang bentrok di Kecamatan Medan Deli pada 9 Juli 2023 lalu, diamankan 6 anak. Satu di antaranya juga positif narkoba.

Masih kata Waka Polda Sumut, 4 anak ditetapkan sebagai tersangka karena 2 di antaranya miliki senjata tajam dan dua positif narkotika.

BACA JUGA..  Ninawati Kembali Dijebloskan ke Penjara, Kombes Sumaryono: Semua Kasusnya Berproses

Selanjutnya, terhadap 2 positif narkoba itu dilakukan rehabilitas, sedangkan 2 pemilik sajam, dilakukan proses hukum.

“Dua di antara anak yang kita amankan itu positif narkoba jenis sabu-sabu, mereka akan direhabilitasi. Sedangkan dua pemilik sajam diproses hukum,” ungkap Jawari.

Ditanya soal penyebab tawuran, Jawari menyebut, karena saling ejek. “Pemicunya, karena saling ejek di medsos bawa nama orang tua,” sebut Jawari.

BACA JUGA..  Kepsek Diduga Pungli Rp.1,2 Juta Tiap Siswa untuk Biaya ujian, Perpisahan dan Ijazah

Ditegaskannya, pihaknya tidak pernah mentolerir segala bentuk tawuran di wilayah hukumnya.

“Kasus tawuran, perkelahian antar kelompok, Polda Sumut akan menindak tegas sesuai hukum berlaku. Kasus begal, geng motor, kita tidak mentolerir. Kita akan lakukan tindakan tegas dan terukur terhadap geng motor dan begal,” tutupnya. (*)

Reporter: Oki Budiman
Editor: Maranatha Tobing