Selama Katarak, Tiga Tahun Saya Hanya Bisa Mengajar di Dalam Kelas

oleh
Dokter spesialis mata, dr. Jusni Saragih, Sp.M, sedang melakukan operasi mata katarak di RS Bhayangkara, Batangtoru, Tapanuli Selatan, pada 14 Oktober 2022. Manager Public Relations PT Agincourt Resources, Reni Radhan, turut mendampingi pasien yang tengah dioperasi. (PTAR for Posmetromedancom) 

POSMETROMEDAN.com – Kebutaan akibat Katarak menjadi momok menakutkan bagi setiap yang mengalaminya. Bahkan, penyakit yang satu ini tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia (Lansia). Kelompok produktif pun banyak menderita karena tidak dapat melihat.

Saat menderita katarak seseorang dapat kehilangan produktivitasnya dan menambah beban ekonomi keluarga. Namun, setelah menjalani operasi dan penglihatannya kembali jelas, orang tersebut bisa produktif lagi, berkegiatan secara mandiri, mobilitas meningkat, berelasi sosial dan berkontribusi kepada komunitasnya, serta sejahtera dan sehat secara emosional.

Kondisi itulah yang dialami Gahban Lubis (55 tahun). Guru di sebuah sekolah dasar di Lubuk Kapundung, Kabupaten Mandailing Natal ini, mengaku sangat menderita selama mengalami Katarak.

EPAPER

Bahkan saat melaksanakan kewajibannya sebagai guru, kendala demi kendala menghampirinya. Seperti, tidak dapat mengajar diruang terbuka.

Tapi, setelah menjalani operasi Katarak, Gahban Lubis mengaku lebih bersemangat mengajar. Bila tadinya ia tidak leluasa mengajar di luar ruang karena pandangan pada mata kirinya kabur, pasca-operasi ia berniat bisa mengajar di luar ruang.

“Sewaktu katarak selama 3 tahun ini saya biasa mengajar di dalam kelas, sedangkan di luar kelas ada teman yang membantu saya. Setelah penglihatan saya normal lagi, saya bisa lebih mengawasi murid-murid dan mengajar di luar kelas,” kata Gahban.

Pandangannya yang sebentar lagi normal setelah operasi pun akan memudahkannya menjalani masa pensiun beberapa tahun mendatang.

BACA JUGA..  Pasar Tradisional Labuhan Bilik Diresmikan Bupati Labuhanbatu

“Alhamdulillah, saya bisa mengikuti operasi katarak gratis ini. Bisa mengajar murid-murid lebih baik lagi, dan nanti ketika pensiun saya bisa berkebun. Terima kasih Tambang Emas Martabe,” tutur Gahban.

Dokter spesialis mata, dr. Jusni Saragih, Sp.M, yang turut melaksanakan operasi di RS Bhayangkara, Batangtoru, juga mengapresiasi komitmen PTAR menggelar operasi katarak gratis dengan menjaring pasien dari daerah-daerah terpencil dan kantong-kantong masyarakat yang membutuhkan.

Operasi katarak ini, menurutnya, menjawab kebutuhan warga. Sebab, sebagian warga penderita katarak membiarkan matanya tidak dioperasi karena berbagai faktor, antara lain kesulitan biaya untuk menjalani operasi, area tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, dan minimnya kesadaran warga terhadap kesehatan mata.

“Katarak hanya bisa disembuhkan dengan operasi. Dan operasi katarak yang diadakan PTAR ini dapat menuntaskan berbagai kendala di masyarakat. Saya berharap ini bukan terakhir kalinya PTAR mengadakan operasi katarak gratis, tetapi terus-menerus, karena kegiatan ini benar-benar membantu masyarakat,” ujar Jusni.

Gahban Lubis adalah satu dari ratusan penderita Katarak atau tepatnya 524 mata berhasil disembuhkan oleh PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, melalui operasi katarak gratis di Batangtoru, Tapanuli Selatan.

Ratusan mata yang disembuhkan itu berasal dari berbagai wilayah sekitar areal tambang, Tapanuli Selatan.

BACA JUGA..  Ketua Kwarcab Pramuka Labuhanbatu Buka Persami di Pulo Padang

Setelah berhasil menyelesaikan operasi di Batangtoru, PTAR siap melanjutkan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” di Rumah Sakit (RS) Khusus Mata Mencirim 77, Medan, Sumatra Utara dengan jadwal operasi pada 22 Oktober (besok), 12 November, dan 23 November 2022 mendatang.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, mengatakan antusiasme masyarakat begitu besar mengikuti rangkaian operasi katarak gratis PTAR di RS Bhayangkara, Batangtoru. Ini terbukti dari jumlah mata yang dioperasi mencapai hampir dua kali lipat dari target awal 300 mata, dengan pasien termuda berusia 28 tahun dan tertua berusia 92 tahun.

Tingginya animo masyarakat sudah terlihat dari putaran perdana pada 14 September dan putaran kedua pada 24 September 2022. Dari dua putaran operasi itu saja, total mata yang dioperasi sudah mencapai 255 mata. Memasuki Oktober, jumlah pasien yang mendaftar nyaris sama banyaknya dengan dua putaran awal. Alhasil, jadwal operasi di Oktober yang seharusnya sekali saja dibuat menjadi dua kali, yakni 14 dan 15 Oktober 2022.

Ternyata tidak hanya masyarakat sekitar wilayah operasional tambang yang merasakan manfaat dari operasi katarak ini, masyarakat dari kabupaten dan pulau lain juga memetik faedahnya. Para pasien tercatat berasal dari berbagai kecamatan di Tapanuli Selatan, juga ada yang datang dari Kota Padangsidempuan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas, bahkan ada pula pasien yang berasal dari Kepulauan Nias.

BACA JUGA..  Bupati Karo Hadiri Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 Oikumene BKAG

“Kami senang bisa membantu banyak sekali penderita katarak yang berasal dari keluarga pra-sejahtera dan kesulitan mengakses layanan kesehatan atau operasi, baik di sekitar wilayah tambang maupun kabupaten lain. Walaupun jumlah pasien melampaui target awal, kami tetap terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dengan menerapkan prosedur yang tepat. Kami ucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh pasien yang telah berhasil menjalani operasi katarak sehingga dapat melihat dengan jelas dan kembali mandiri. Tetap ikuti anjuran dokter selama pemulihan pasca-operasi,” ujar Katarina.

PTAR tahun ini menggandeng RS Khusus Mata Mencirim 77 Medan yang sudah melakukan operasi katarak selama 17 tahun dengan dokter-dokter spesialis mata yang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya.

“Kami siap menggelar operasi katarak gratis di Medan bagi penderita katarak yang berasal dari keluarga pra-sejahtera. Jangan tunda lihat indahnya dunia, mari manfaatkan kesempatan baik ini untuk memulihkan penglihatan anda sendiri, keluarga, kerabat dan kenalan anda,” ajak Katarina. (*)

Reporter: Maranatha Tobing
Editor: Ali Amrizal