Drs Hendry Bangun Karyanya Hidup Sepanjang Masa

oleh -247 views
Almarhum Drs Hendry Bangun. (Istimewa/Posmetro Medan)

POSMETROMEDAN.com – Pt (Em) Drs Hendry Bangun adalah Seniman Besar Bumi Turang yang telah meninggalkan komunitasnya dan mewariskan karya-karya akbar dan melegendaris. Hendry Bangun nama yang akrab di telinga masyarakat Sumut khususnya Karo lahir di Desa Suka Kecamatan Tigapanah, 6 Mei 1956.

Hendry memang telah menghadap ke Sang Penciptanya, Tuhan Yang Maha Esa Minggu 21 November 2010, sekira pukul 12.14 WIB, atau 11 tahun yang silam. Namun karya-karyanya hidup sepanjang masa, seakan tak pernah hilang dari pendengaran para penggemarnya.

Ada ratusan karya lagu, drama panggung maupun sinetron yang ditorehkan sang Maestro seni tersebut. Karya Hendry Bangun di blantika musik Karo dan perfilman Indonesia, tidak melayang sia-sia. Bukan sebatas “Layam-Layam Sitangkai Ndoli” menjadi “Tawar Bangger” bagi seluruh warga Karo dimanapun berada, ketika merindukan barisan nada-nada khas suami Penyanyi Band Riamor, Asmaria Br Ginting ini.

Hendry Bangun, di masa hidupnya PNS Pemkab Karo dan juga Pertua Emeritus di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Jalan Katepul Kabanjahe. Beliau Memiliki empat anak dan telah menikah semuanya yakni, Kolonel Laut (P) Kariady Bangun SE, M Tr.Hanla, MM (Istri, Letkol Florida Br Ginting), Eviany Br Bangun, SE (Suami, Edyis Simanullang SE), Sastroy Bangun, S.Sos (Istri, Nuraida Sembiring Colia AMd), Revikadeny Br Bangun SP (Suami, Erwin Simanullang).

Almarhum Drs Hendry Bangun. (Istimewa/Posmetro Medan)

Hendry Bangun adalah pria yang junius dan multi talenta, sangat energik dan ramah manakala diajak membicarakan karya seni. Kini karya nyatanya dikembalikan kepada masyarakat sebagai pemiliknya. Lihat saja karya sinetronnya yang pernah menjuarai lomba antara stasiun TVRI se-Indonesia, seperti Film “Beru Rengga Kuning” (1990), Ngelegi Besi Mersik (Menjemput Pisau Bertuah) tahun 1991, dan “Perlanja Sira” (1993), ia buktikan kehebatannya menyabet juara 2 se Indonesia. Belum lagi Film Drama “Mate ras Mate” yang booming, “Tawar Gegeh” dan drama rohani kolosal, meramaikan HUT Moria GBKP ke-50, yang pemainnya lebih dari 200 orang.

Drs Hendry Bangun disemayamkan di Bumi Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah. Putra terbaik satu ini kembali ke asalnya. Seabreg kesan yang diwariskannya kepada keluarga, pemerintah maupun masyarakat lainnya, sudah menjadi konsumsi rutin.

Di blantika musik Indonesia, ada beberapa tinta emas ditorehkan oleh Drs Hendry Bangun. Karya ciptanya sempat sangat kondang ketika dibawakan Muchsin Alatas – Titik Shandora berjudul “Mbayu i Datas Pantar.” Diformat jenaka, kocak, berlumur cinta dengan bahan baku budaya Karo dan enak disimak.

Begitu pula ketika “ Layam – layam Sitangke Ndoli,” dilantunkan Rita Butar-butar, syair cinta yang dikemas Drs Hendry Bangun pada lagu ini bagaikan tinta yang melekat di lembaran suara emas Rita Butar-butar. Digiring dengan musik yang dikemas Charles Hutagalung saat itu, maka tembang tersebut mampu menyita perhatian banyak orang di luar etnis Karo.

Demikian juga dengan lagu “Tual Batang Kamuna atau lebih dikenal dengan judul Nander-nander” yang didendangkan Hetty Koesendang, membuat nama Drs Hendry Bangun, semakin dikenal masyarakat luas. Semua karyanya sarat dengan pesan berbahan baku lingkungan, sederhana namun abadi di benak penggemarnya.

Untuk “Menghidupkan” kharisma dan karya Drs Hendry Bangun, kini dilakukan pewaris karyanya lewat Tempaharu Entertainment, bisa ditonton dalam Channel Youtube Sastroy Bangun.

Almarhum Drs Hendry Bangun. (Istimewa/Posmetro Medan)

https://www.youtube.com/channel/UCr1OvhiEgT1PhjL67W74Cig.

Channel Youtube tersebut diproduseri putra ketiganya, Sastroy Bangun S.Sos.
Adapun hasil karyanya yang sudah bisa ditonton diantaranya, Film Drama Action Tawar Gegehku, musik DJ Lagu Sarudung Erdoah-doah dilantunkan Iren Bretty Br Sembiring, “Layam-layang Si Tangke Ndoli” (Darto Keling), “Si Salah Tetap Ersalah” (Egy Suranta Ginting),  “Perpeltep Ketang” (Saul Surantan Tarigan), “Bangger ACC” (Narta Siregar Feat Rimta Br Ginting), Musik Remix Duth “Ale Keceng” (Ewik), Musik Remix Duth Tambur Det Det (Iren Bretty Br Sembiring, Novita Barus, Netty Vera Br Bangun, dan Rimta Br Ginting), “Kitartar Galuh Selaten” (Narta Ginting), dan “Tawar Bangger” (Saul Suranta Tarigan).

Ditambah lagi ada 10 Lagu Karya Emas-nya bisa dinikmati di channel Youtube itu yakni, “Kira Ernipi” (Egy Suranta Ginting), “Tertumbur Turangku” (Fitri Br Sinuraya), “Sumpah Kalak Perburu” (Harto Tarigan), “Paya Lahlah” (Asmaria Br Ginting Feat Rasim Maha), “Ale-Ale Uis Gara” (Rasim Maha), “Lasam Taruk i Tempi” (Fitri Br Sinuraya), “Pecah-pecah Pinggan Pasu” (Egy Suranta Ginting), “Goreng Gadung” (Rasim Maha Feat Fitri Br Sinuraya), dan “Morah-morah Anak Permakan” (Harto Tarigan).

Selain judul lagu itu, ada 286 judul lagu lagi yang sudah berhasil di data pihak keluarga. Begitu juga naskah film dan drama ada sekitar puluhan judul. Termasuk naskah drama kolosal “Jubelium GBKP 100 Tahun,” “Kitartar Galuh Selaten”, “Tawar Bangger”, “Telu Sembuyak”, “Raja Kendit Simbelang”, “Pawang Ternalem”, dan lain-lain. (*)

Penulis: Sastroy Bangun (putra almarhum Drs Hendry Bangun)
Editor: Maranatha Tobing

EPAPER