PPKM Level III Berakhir, Ketua DPC LAMI Soroti Pemkab Karo

oleh -470 views
Kadis Kesehatan Karo, Irna Safrina Sembiring dan Ketua DPC LAMI, Rekro Tarigan. (Ist/posmetro)

POSMETROMEDAN.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III di Kabupaten Karo, resmi berakhir 9 Agustus 2021, kemarin. Hingga hari ini Pemkab Karo belum mengeluarkan kebijakan apapun soal pembatasan kegiatan masyarakat. Hal itu menimbulkan keresahan bagi warga maupun pelaku usaha.

Seperti diketahui, Instruksi Bupati Karo Nomor: 360/1556/BPBD/2021 tentang PPKM level III dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian Covid-19 di Kabupaten Karo.

Serta menindaklanjuti (Inmendagri) Nomor 29 Tahun 2021 Tanggal 2 Agustus 2021 tentang PPKM Level III, Level II dan Level I, serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 berakhir hari ini 9 Agustus 2021.

BACA JUGA..  Percepat Vaksinasi, Kapoldasu Kunker ke Nias

Kabupaten Karo masuk pada level III. Di level III disebutkan pembatasan terhadap tempat wisata, kegiatan area publik (gedung, balai desa, masjid dan gereja) diberlakukan PPKM. Untuk tempat wisata ditutup sementara waktu hingga 9 Agustus 2021.

Atas kekurang-pedulian Pemkab Karo , DPC LAMI (Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia) Kabupaten Karo, buka suara. Ketua DPC LAMI Rekro Tarigan kepada wartawan, Senin (9/8/2021), menjelaskan, bahwa penerapan PPKM awalnya diberlakukan mulai 21 Juli s/d 31 Juli 2021. Selanjutnya diperpanjang lagi mulai 2 Agustus s/d 9 Agustus 2021 yang berakhir hari ini (kemarin). Namun Pemkab Karo masih terkesan diam seribu bahasa.

BACA JUGA..  Pasca Kebakaran Pajak lama, Bupati Darma Wijaya : Pedagang Masih Bisa Berjualan Disini

“Kebijakan pemerintah apakah diperpanjang lagi atau tidak, hal ini tergantung dari Inkemendagri, Ingub maupun inbup terkait PPKM, hingga Hari ini (9 Agustus 2021-red) belum ada info apapun. Sehingga terkesan diam seribu bahasa dan membuat kita masyarakat menengah kebawah bertanya-tanya,” ungkapnya.

Jadi, lanjutnya, terkait PPKM tersebut sehingga menimbulkan kebingungan pada masyarakat, dimana, selain dampak ekonomi, dampak sosialnya sudah cukup berat pada masyarakat, tegas Rekro.
Sementara itu, ditempat berbeda penggiat wisata yakni pengusaha Maulana Coffe Osaka Hendra Ginting, pengusaha Zia coffe Sarman Tarigan dan pengusaha Cinur coffe Ferianta Purba, kepada wartawan mengatakan, “Akibat dari dampak Covid 19 serta pemberlakuan PPKM, omzet penjualan cukup turun drastis. Menurutnya pembukaan kawasan wisata masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait pemberlakukan PPKM,” ujarnya

BACA JUGA..  Masyarakat Desa Silandorung Labuhanbatu Diedukasi BKKBN Sumut

Sementara itu Bupati Karo Cory S Sebayang melalui Kadiskes drg. Irna S Milala, mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk bisa memahami dan mengerti kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Tetap patuhi prokes untuk menghambat dan memutus mata rantai Pandemi Covid19,” pungkas Kadiskes singkat. (edi)

EPAPER