Masih Terjadi Lonjakan Covid 19 di Kota Medan, Kini 8000 Warga Jalani Isoman

oleh -181 views

POSMETROMEDAN.com – Jumlah warga Kota Medan yang terpapar virus corona atau Covid-19 terus mengalami lonjakan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan sampai Minggu (15/8), warga yang terkonfirmasi 36.699, bertambah 556 dari sebelumnya. Meninggal dunia 747, sembuh 25.119. Sedangkan yang dirawat mencapai 10.833.

Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution, menjelaskan, dari jumlah pasien positif Covid-19 mayoritas menjalani isolasi mandiri (isoman).

Menurut dia, lokasi isolasi terpadu (isoter) yang ada di Medan tidak cukup menampung seluruh pasien covid-19. Sehingga yang diarahkan masuk isoter adalah pasien dengan gejala sedang. Untuk yang tanpa gejala dan gejala ringan diarahkan melakukan isoman.

BACA JUGA..  Kapolri dan Panglima TNI Berikan Arahan Satgas COVID-19 Langkat

“Ada 8.000 potensi penyebar covid-19 di Medan. Itu bisa dilihat dari angka yang tidak ada di rumah sakit, kalau tidak salah tidak sampai kan 20% (yang dirawat di RS) dari 10.000 kasus aktif yang ada. 8.000 bukan tidak tertampung di rumah sakit karena BOR (Bed Occupancy Ratio) penuh, tapi memang gejala ringan dan tidak bergejala atau OTG,” ujarnya usai mendengar pidato Presiden Jokowi dalam peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, di gedung DPRD Medan, Senin (16/8).

BACA JUGA..  Pengendara Sepeda Motor Tewas Digilas Truk di Pantai Labu

Selama menjalani isoman, Bobby menjamin logistik atau makan warganya. Pemberian makanan juga dilakukan 3 kali sehari.

“Dari awal Pemko Medan yang terpapar covid-19 kami biayai makannya yang bergizi, ini kami tekankan ke camat, lurah kepling, makanya butuh data, berapa yang terpapar. Laporkan kalau ada warga terpapar agar diiberikan makan 3 kali sehari. Jadi hari ini ada 8.000 yang harus ditanggung makannya 3 kali sehari, ini apa biar bisa isolasi di rumah, itu bisa berjalan baik,” bebernya.

BACA JUGA..  86% Guru Sudah Divaksin, Medan Siap Gelar Belajar Tatap Muka

Bukan hanya itu, dia dan Sekretaris Daerah Wirya Alrahman mulai Rabu (18/8) akan berkantor di kelurahan yang masuk zona merah untuk memantau lebih dekat penerapan PPKM Mikro. (ali)

EPAPER