Kesawan City Walk Blunder

oleh -47 views

POSMETROMEDAN.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melayangkan kritik membangun kepada kader mudanya yang menjabat Wali Kota Medan, Bobby Nasution pada 100 hari masa kepemimpinannya.

Kritik itu diberikan karena kengototan menantu Presiden Jokowi itu menjalankan kegiatan Kesawan City Walk (KCW) beberapa waktu lalu di tengah pandemi covid-19 atau corona.

“Kesawan itu langkah blunder, buktinya itu ditutup,” ujar Wakil Ketua DPD PDIP Sumut, Aswan Jaya saat kegiatan focus group discussion (FGD) dengan tema 100 Hari Bobby-Aulia di Roman Kopi, Sabtu (5/6) malam.

BACA JUGA..  Kapolri Tegur Kapolda dan Kapolres yang Belum Bertindak

Hadir dalam kesempatan itu sejumlah narasumber, seperti pengurus DPW PKS Sumut Wasis Wiseso, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar; pengamat politik Faisal Riza; Aktivis perempuan, Vera Nita Sinaga dan Ketua DPD KNPI Sumut, Samsir Pohan.

Aswan bahkan menyebut ada ketidaksiapan dari Pemko Medan dalam menjalankan Kesawan City Walk yang akhirnya disorot banyak pihak karena dianggap melanggar protokol kesehatan (prokes) akibat kerumunan massa.

“Wajar itu karena beliau muda, tergopoh-gopoh, karena itu janji politik beliau,” tegasnya.

BACA JUGA..  Pemprov dan Pemko Medan Perkuat Sinergi Bangun Ibu Kota

Di Sumut khususnya di Medan, kata dia, ada budaya guyub atau berkumpul. Sehingga, ketika ada sebuah kegiatan maka akan banyak dihadiri oleh orang, dan yang menjadi cacatan adalah pelanggaran prokes.

Dia mengingatkan Bobby bahwa saat ini dirinya diwarisi birokrat lama. Di mana, tidak jarang birokrat tersebut hanya bisa mencari muka, bukan bekerja. “Beliau (Bobby) harus bijaksana dalam memilih jajarannya,” pesan Aswan.

Aswan menambahkan, tugas partai politik pengusung selesai ketika Bobby Nasution dan Aulia Rachman dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Setelahnya partai politik di parlemen kembali ke fungsi awal yakni pengawasan.

BACA JUGA..  Mabes Polri Cek Disiplin dan Kepatuhan Personel Jajaran Polda Sumut

“Tidak semua harus dibenarkan, dan juga tidak semua dipersalahkan,” urainya.

Abyadi Siregar juga mengatakan hal senada. Dia ikut mengkritik program Kesawan City Walk.

“Kesawan itu baik karena menghidupkan UMKM, cuma momentum tidak pas, karena pandemi COVID-19,” tuturnya.

Samsir Pohan usai acara menegaskan bahwa hasil FGD kali ini akan disampaikan secara resmi kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution. (ali)

 

EPAPER