Covid 19 Belum Landai, Kesawan City Walk Batal Buka Kembali

oleh -63 views

POSMETROMEDAN.com – Kesawan City Walk (KCW) yang menjadi program andalan Wali Kota Medan, Bobby Nasution belum bisa dibuka kembali dalam waktu dekat. Pasalnya, ada instruksi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi tentang pengetatan dan pembatasan kegiatan dalam rangka menekan angka penyebaran virus corona atau COVID-19.

Kesawan City Walk sepekan sebelum lebaran Idul Fitri ditutup dan rencananya baru akan dibuka H+7 Lebaran. “(Kesawan) tutup dululah,” kata Wali Kota Medan, Bobby Nasution, kemarin (20/5).

Dia belum memastikan kapan Kesawan City Walk kembali dibuka. Namun, pengetatan aktivitas masyarakat mulai berlaku 18 – 31 Mei 2021.

“Bagaimana pengetatan aktivitas masyarakat, pakai masker, jaga jarak ditempat ramai. Restoran dibatasi 50 persen. Hiburan 18-31 ditutup total. Nanti akan kita keluarkan surat edaran, tempat hiburan tidak bisa beroperasi,” terangnya.

BACA JUGA..  Tak Pakai Masker, 45 Warga Diberi Teguran

Keberadaan Kesawan City Walk kerap mendapatkan kritikan dari sejumlah pihak karena dianggap dapat menjadi kluster baru penyebaran COVID-19, karena sering melanggar protokol kesehatan (prokes).

Sementara itu, salah seorang pedagang angkringan, Putra mengaku belum mengetahui perpanjangan penutupan Kesawan City Walk Menurutnya, sampai saat ini belum ada pemberitahuan kepada pedagang.
“Belum ada informasinya bang, kami hanya tahu informasi awal KCW buka kembali tujuh hari setelah Lebaran,” sebut pria yang mengaku berjualan nasi kuning tersebut.

BACA JUGA..  Kinerja 100 Hari Bobby Nasution Tuai Apresiasi

Dia menyatakan, alangkah baiknya KCW segera dibuka sebab sangat membantu membuka peluang kerja bagi masyarakat. “Contohnya saya, Senin sampai Jumat mempekerjakan dua orang. Sedangkan Sabtu dan Minggu tiga orang karena pengunjung lebih banyak,” tuturnya.

Pernyataan berbanding terbalik disampaikan Syafi’i. Pria yang sehari-hari harus melintas di seputaran Kesawan menyarankan Kesawan City Walk tutup selamanya karena menyebabkan kerumunan. “Kami yang bekerja di seputaran Kesawan, kesulitan dengan adanya penutupan jalan. Kami terpaksa harus mencari jalan alternatif. Belum lagi selalu menyebabkan kerumunan,” tegasnya.

Selain itu, sambungnya, sebagai orang yang setiap hari berada di kawasan Kesawan, dia melihat pengunjung Kesawan City Walk seperti tidak memahami mana aset heritage yang layak diabadikan dalam swafoto.

BACA JUGA..  School Holiday Promo Ajak Pecinta Honda Liburkan Boros

Pengunjung juga banyak yang tidak paham bagaimana idealnya berkunjung ke kawasan heritage, terkesan malah merusak kawasan itu sendiri. Dengan demikian, esensi merawat heritage akhirnya hilang dengan keramaian yang membludak dan perilaku pengunjung yang menimbulkan ketidaknyamanan.

“Membuat wisata atau merawat heritage tidak harus menutup ruas jalan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain atau penghuni sekitar area Kesawan sebab masih banyak cara lain,” terangnya. (ali)

EPAPER