Produksi Gula Semut Desa Telagah Bakal Dorong Kesejahteraan Warga

oleh -81 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Selain meningkatkan perekonomian masyarakat, produksi Gula Semut juga bagian dari upaya melindungi hutan.

Sebab itu, Warga Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini menekuni produksi Gula Semut.

Seperti diketahui, Desa Telagah berada tak jauh dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Tak tanggung-tanggung, Gula Semut produksi warga Desa Telagah bakal dicanangkan menjadi komoditas unggulan.

Menurut Direktur YAPEKAT Indonesia sekaligus penggagas program ini, Muslim, Desa Telagah memiliki potensi yang besar.

Selain sektor pariwisata, Desa ini juga, dianugerahi bentangan alam yang subur.

Mengetahui potensi itu, warga setempat mencoba mengembangkannya, agar memberi manfaat yang berguna bagi masyarakat maupun lingkungan.

“Kami harap ke depan kegiatan ini bisa menambah perekonomian warga desa. Kegiatan ini juga sebagai bagian dari upaya konservasi, karena program ini, masyarakat akan mengurangi kegiatan di dalam kawasan TNGL,” kata Muslim pada kegiatan buyer meeting, Kamis (8/4/2021).

BACA JUGA..  Semarakkan Momen Ramadhan di Sumatera, Telkomsel Hadirkan Video Challenge Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Selain para petani aren, acara ini turut dihadiri pihak TNGL dan Dinas Pariwisata Pemkab Langkat.

Tak hanya itu, sejumlah lembaga konservasi serta pihak lainnya juga berpartisipasi. Yakni GEF Tiger, YOSL-OIC, WCS serta Bentang Alam Sumatera.

Selanjutnya, Muslim menjelaskan, Gula Semut asal Desa Telagah memiliki keistimewaan tersendiri. Sebab, gula ini berasal dari aren yang diproses tanpa campuran.

“Sehingga terjamin kemurniannya,” terangnya.

Namun, kata Muslim, walaupun berkualitas tinggi, harga Gula Semut ini cuma dipatok dengan harga standart, yakni Rp60 ribu per kilogram.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa dapat manfaat dan TNGL akan terjaga sampai anak cucu kita,” ujar Muslim.

BACA JUGA..  Buka Musyawarah Korpri Langkat, Sabrina : Korpri Harus Jadi Pelopor Perubahan

Sementara, Kepala Desa Telagah Suranta Sitepu, mengatakan, pihaknya siap menampung berbagai ide serta masukan demi menyukseskan program Gula Semut ini.

Suranta juga mengatakan, Desa Telagah memiliki empat unit jenis usaha BUMDes. Namun, sektor pariwisata yang paling berkontribusi memberi penghasilan untuk desa.

Di sisi lain, Suranta mengungkapkan bahwa jumlah petani aren di desa ini kian berkurang. Hal itu dipicu kesenjangan antara biaya produksi dengan hasil penjualan.

Meski begitu, Suranta yakin usaha Gula Semut akan berjalan sukses jika dibantu oleh banyak pihak.

“Kami akan menerima apapun masukan dari semua pihak demi memajukan Desa Telagah ini sehingga mendunia,” kata Suranta.

Sekretaris Dinas Pariwisata Pemkab Langkat Rasta Tarigan, menyampaikan apresiasi terhadap program di Desa Telagah.

BACA JUGA..  Dari Jateng Sepasang Orang Utan Sumatera dikirim ke Langkat

Rasta bahkan terharu karena masih ada pihak yang berinisiatif dan mau bergerak untuk hal seperti ini.

Untuk itu, Rasta berencana membawa produk Gula Semut pada pameran di Jakarta.

“Saya berharap Gula Semut ini jadi produk unggulan di Langkat. Dan Desa Telagah jadi desa yang maju. Jadi dengan adanya program ini, pengunjung tidak hanya datang pergi. Tapi ada yang berkesan,” ujar Rasta.

Perwakilan GEF Tiger UNDP Khairul Azmi menambahkan, pihaknya sangat mendukung program pemberdayaan masyarakat seperti kegiatan ini.

Apalagi Desa Telagah dikelilingi kawasan TNGL yang menjadi perhatian dunia. “Kenapa kita dukung pariwisata?. Tujuannya tak lain agar masyarakat tidak berburu atau merambah hutan,” ujar Khairul.(yan)

EPAPER