Hari Kartini, Hj. Fitriani Manurung: Perempuan Indonesia Bukan Kaleng-kaleng

oleh -98 views
Hj. Fitriani Manurung

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Hari Kartini yang jatuh pada hari ini (21/4), merupakan momentum bagi kaum hawa Indonesia untuk melakukan kontemplasi terhadap nilai-nilai perjuangan kaum perempuan yang ada di Indonesia. Itu diungkap oleh Wakil Ketua DPC Bidang Pariwisata dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Hj. Fitriani Manurung.

“Sejarah Indonesia dipenuhi oleh perempuan-perempuan hebat di masanya,” ungkap Ketua Majelis Taklim DPC PDI Perjuangan Kota Medan tersebut.

“Selain kartini kita mengenal Hj. Rasuna Said, Dewi Sartika, yang merupakan contoh konkrit bagi kaum perempuan Indonesia bahwa perempuan memiliki nilai dalam perjuangan,” sambungnya.

Bahkan, kata Hj Fitriani, ada beberapa perempuan Nusantara dimasa lalu yang pernah imperium atau kesultanan Aceh.

Di antaranya, Sri Ratu Safiatuddin Tajul Alam, Sri Ratu Naqiatuddin Nurul Alam, Sri Ratu Zaqiatuddin Inayat Syah dan Sri Ratu Zainatuddin Kamalat Syah.

“Hal itu ditambah lagi dengan munculnya panglima-panglima perang seperti Martha Cristina Tiahahu dari Maluku, Siti Mangopoh dari Sumbar, Keumala Hayati, Cut Nyak Dien, Cut Meutia dari Aceh yang mereka bukan hanya berjuang dengan fikiran melainkan dengan mengangkat senjata dan itu sejarah yang yang tak bisa ditampik sebagai sejarah emas di republik ini,” terang wanita yang dianggap Bunda Fitri.

Oleh sebab itu, menurutnya menempatkan perempuan hanya di ruang lingkup domestik rumah tangga akan membuat peradaban negeri ini menurun.

“Perempuan harus tetap berkarya untuk memastikan keberlanjutan sejarah dan peradaban negeri ini,” sebut wanita yang kerap disapa Bunda Fitri.

Mengaca pada sejarah masa lalu, kata Bunda Fitri, maka sangat salah jika perempuan hari ini hanya dipandang sebagai objek.

“Karena peran perempuan bisa ditingkatkan dan harus ada usaha dan pemahaman yang sistematis agar perempaun menyadari bahwa keberadaan perempuan di dunia bukan hanya untuk menempati posisi domestik rumah tangga, melainkan membangun peradaban,” jelas Bunda Fitri.

Sebagai contoh konkrit hari ini, kata Bunda Fitri, Indonesia memiliki negarawan perempuan yang sangat hebat. Yaitu Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj. Megawati Sukarnoputri yang mampu membawa PDI perjuangan solid dan mampu memenangi Pemilu 2 kali berturut-turut.

“PDI Perjuangan Besar dan mampu menjadi partai berkuasa berkat tangan dingin seorang perempuan dan hal ini menjadi bukti konkrit akan kuatnya kepemimpinan perempuan,” imbuh pemerhati Pendidikan Kota Medan tersebut.

Menurut Bunda Fitri, itu sebabnya harus mendorong masyarakat Indonesia berfikir secara rasional dan memberi kepercayaan kepada perempuan untuk berkarya.

Sebab konkritnya memang Bisa, dan bukan sesuatu yang tidak mungkin.

“Puan Maharani yang saat ini duduk sebagai Ketua DPR, Risma sebagai Mensos dan nama-nama lainnya yang sekali lagi membuktikan bahwa perempuan Indonesia bukan perempuan kaleng-kaleng,” pungkasnya.(dna)

 

EPAPER