Terima Vaksinasi Dosis Pertama, Bupati Langkat : Aman, Jangan Takut

oleh -78 views
Bupati Langkat disuntik vaksin covid 19

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Bupati Langkat Terbit Rencana PA menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Hal ini dilakukan guna menyukseskan program vaksinasi Covid-19 pemerintah pusat, sesuai intruksi Presiden RI Ir Joko Widodo.

Kegiatan dilakukan di Jentera Malay Rumdis Bupati Langkat, Stabat, Kamis (18/3/2021). Penyuntikan vaksin kepada Bupati, dilakukan langsung oleh Jubir Covid-19 Langkat, dr Azhar Zulkifly.

Diikuti Sekdakab Langkat dr H Indra Salahuddin, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, para Kepala Perangkat Daerah Pemkab Langkat serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat Langkat. Total berjumlah 68 orang.

Usai disuntik vaksin, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat Langkat tidak ragu mengikuti vaksinasi. Ia juga menyatakan, Pemkab Langkat akan terus  mendukung dan menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Langkat agar jangan takut dan jangan percaya berita-berita hoax soal vaksin.

Vaksin ini aman, jangan takut. Mari kita sukseskan program vaksinasi ini sebagai upaya memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Langkat,” ajaknya.

BACA JUGA..  Wajib Dipatuhi Warga Tebingtinggi, Ini Pedoman Beribadah Ramadhan 1442 Hijriah

Bupati meyakinkan kepada masyarakat Langkat untuk tidak ragu divaksin. Baik dari segi kesehatan maupun kehalalan kandungan vaksin.

“Sebab sudah melalui serangkaian tahap pengujian secara klinis fase III oleh pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Kemenkes RI, dinyatakan aman untuk digunakan,” sebut Bupati.

Sedangkan untuk kehalalannya, juga sudah teruji secara klinis oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Melalui Fatwa MUI Nomor: 02 Tahun 2021 Tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co. LTD China dan PT Bio Farma (Persero), MUI menyatakan bahwa vaksin tersebut hukumnya suci dan halal.

Selain itu, Dinkes Langkat juga menyiapkan tenaga medis yang memiliki kredibilitas untuk memeriksa dan menskrining  kesehatan setiap orang. Tujuannya untuk mengetahui apakah peserta tersebut, dapat divaksin, tidak dapat divaksin atau ditunda untuk melakukan vaksinasinya.

BACA JUGA..  Pangdam I Bukit Barisan Kunker ke Langkat - Binjai

“Jangan ragu lagi, ayo segera daftarkan diri dan keluarga untuk menjadi peserta vaksinasi,” imbuhnya.

Sementara, Plt.Kadis Kesehatan Langkat dr Juliana menjelaskan, Bupati divaksin setelah mendapat hasil dari skrining kesehatan dan dinyatakan dapat divaksin. Sementara Wakil Bupati Langkat, H Syah Afandin belum boleh divaksin.

Sebab hasil dari skrining, kadar gula darah Wakil Bupati tinggi dengan angka 297 mg/dl. Sehingga vaksinasi untuk wakil Bupati kembali ditunda.

“Sebelumnya vaksinasi Bupati dan Wabup ditunda. Tapi kali ini Bupati sudah dapat divaksin karena dinyatakan sehat secara medis. Namun untuk Wabup belum juga bisa divaksin dari hasil skrining,” ungkapnya.

Selanjutnya, dr. Juliana menjelaskan vaksinasi ini akan diberikan dua kali atau dua tahap kepada setiap orang. Tahap keduanya, akan dilakukan pada hari ke 14 terhitung dari hari pertama divaksin.

BACA JUGA..  Potong DD 4 Persen, Apdesi Langkat Akan Tempu Jalur Hukum

Sebab, inkubasi vaksin pertama selama 14 hari, hanya membentuk 50 persen anti bodi. Jadi dihari ke 14 itu, dilakukan vaksinasi tahap dua, agar di hari ke 28  (terhitung dari vaksinasi pertama), anti bodinya terbentuk 100 persen.

Hal ini dikarenakan, suntikan dosis pertama hanya mengaktifkan dua jenis sel darah putih. Yakni sel B plasma dan sel T.

Dimana sel B plasma fokus membuat antibody. Sedangkan untuk sel T yang  secara khusus dirancang untuk mengidentifikasi patogen tertentu dan membubuhnya.

“Jadi diperlukan suntikan dosis kedua untuk memaparkan  kembali molekul antigen pada patogen virus. Guna memicu sistem kekebalan dan meningkatkan kekuatan respons imun yang sebelumnya sudah terbentuk,” pungkasnya.(yan/sut)

 

EPAPER