Polsek Sunggal Tembak Perampok Modus Nyaru Teknisi Wi-fi

oleh -210 views
BERSAMA : Petugas Reskrim Polsek Sunggal diabadikan bersama pelaku M di RS Bhayangkara Medan.(OKI/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Bagi masyarakat yang kediamannya terdapat jaringan Wifi, dihimbau untuk berhati-hati terhadap orang tak dikenal yang mengaku teknisi jaringan.

Itu jika tidak ingin jadi korban seperti Evi (28) warga Kelurahan Sunggal, Medan Sunggal. Wanita ini dirampok setelah sebelumnya ditodong pakai pistol.

Dari hasil penyedilidikan polisi, terungkap jika pelaku berinisial M (39) warga Jalan Besar Tanjung Selamat, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

Tak lama setelah mengungkap identitas pelaku, polisi mencari keberadaannya hingga akhirnya berhasil diciduk di seputaran Jalan Jamin Ginting, Simpang Pos. Tak sekedar mengamankan, petugas juga menghadiahinya timah panas.

Kanit Reskrim Mapolsek Medan Sunggal, AKP Budiman menyebut pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban. Dijelaskan, pada Selasa (23/3/2021) siang lalu pelaku mendatangi rumah korban dan mengaku sebagai teknisi WiFi.

BACA JUGA..  Abang Adik Tipu Kawan Kecil Rp 3 Miliar, Dua Terdakwa Akui Terima Transferan

Pria ini lantas menanyakan masalah WiFi di rumah korban dengan dalih untuk dilaporkan ke kantor.

“Memang sebelumnya WiFi di rumah korban terganggu. Namun sudah diperbaiki,” jelas AKP Budiman.

Berikutnya, pelaku minta diijinkan masuk untuk memfoto WiFi. Tanpa menaruh curiga, korban mempersilahkannya. Begitu masuk, korban diminta mengecek pasword WiFi di ponselnya.

Selanjutnya korban naik ke lantai atas menuju kamar untuk mengambil ponselnya. Tanpa disadari, pelaku ternyata ikut naik dan segera menutup pintu kamar.

“Pelaku langsung menodongkan yang diduga senjata api kepada korban. Tak cuma itu, pelaku pun mengatakan bahwa dirinya disuruh orang untuk membunuhnya,” katanya lagi.

BACA JUGA..  Dilapor Warga, Bandar Sabu Dicokok Polsek Sunggal 

Mendengar itu, korban pun langsung mengambil dompetnya dengan harapan agar pelaku tidak membunuhnya. Disitu korban memberikan uang sebesar Rp 1 juta. Tak puas, pelaku pun meminta ATM korban dan langsung memborgol tangan serta mengkaitkannya ke lemari.

“Dari laporan korban kita lakukan penyelidikan. Jumat (26/3/2021) pelaku berhasil kita amankan di salah satu warung kopi kawasan Jalan Jamin Ginting, Simpang Pos,” beber Budiman.

Dijelaskan, dari penangkapan itu petugas Polsek Sunggal juga turut mengamankan barang bukti sepaket sedang yang diduga narkotika jenis sabu, satu unit HP, sepucuk senjata airsoftgun Glock 19, baju kemeja warna hijau bertuliskan QN dan Honda Vario BK 6912 AIF.

BACA JUGA..  Dari Jateng Sepasang Orang Utan Sumatera dikirim ke Langkat

“Namun saat dalam perjalanan menuju ke mako, tersangka berupaya merebut senjata petugas dan melarikan diri. Sudah kita beri peringatan agar tersangka tidak melarikan diri namun tidak dihiraukan tersangka, sehingga terpaksa kita lakukan upaya tindakan tegas dan terukur dengan menembak kakinya,” sebut Budiman.

“Untuk di wilayah hukum Polsek Sunggal, ini merupakan modus baru. Agar masyarakat lebih waspada kedepannya,” himbaunya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. “Saat ini tersangka masih kita periksa intensif untuk mendalami kemungkinan ada sindikat atas kasus serupa,” pungkas mantan Panit Percut Sei Tuan itu. (oki/ras)

 

EPAPER