MANDIRI SYARIAH

Takut, Ketua Yayasan Cabul ‘Ngemis’ Restu Nikahi Korban

oleh -1.503 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Diduga takut tak bisa ‘memainkan’ kasus cabul yang menjeratnya, salah satu ketua yayasan sekolah swasta asal Tanjungbalai menemui orangtua korban memohon direstui menikahi korban. Namun permintaan itu ditolak.

“Sebelumnya dia suruh utusan melalui telepon, hari ini dia sendiri datang sendiri memohon akan bertanggung jawab,” aku NS, ibu korban.

Menurut NS, pelaku berinisial GH. Pencabulan ini terbongkar saat korban sakit pada pertengahan tahun 2020.

Dalam tidur, korban sering mengigau menyebut nama GH. Awalnya orangtua korban belum curiga.

Kecurigaan baru muncul setelah GH sering datang ke rumah mencari korban tanpa alasan jelas. Belakangan GH didesak agar memberitahu tujuannya mencari korban.

Bukannya menjawab, pria itu malah memilih pergi. Penasaran, korban dibujuk untuk memberitahu perihal hubungannya dengan GH.

Sempat bungkam, akhirnya korban menguak pencabulan hingga persetubuhan yang telah mereka dilakukan sejak 7 tahun terakhir.

BACA JUGA..  Dua Penjambret Dihakimi Warga dan Diarak ke Polsek Percut

Sesuai pengakuan korban, pencabulan terjadi sejak tahun 2013 lalu. Ketika itu korban duduk di Kelas I, setingkat SMP, di sekolah swasta yang dipimpin GH.
Selama bersekolah disitu, korban sering dipanggil ke kantor maupun mess sekolah.

“Disana, kata anak saya, GH melakukan pencabulan namun tidak sampai berhubungan suami isteri,” kata NS.

Hal itu terjadi berulangkali. Persetubuhan baru dilakukan ketika korban duduk di kelas III atau semester akhir.

Hubungan intim kerap dilakukan di salah satu ruangan mess. Saking seringnya, GH melancarkan aksi bejadnya sampai 4 kali sebulan.

Hubungan terlarang itu terus berlangsung meski korban sudah tidak sekolah di yayasan itu (lulus SMP). Tiap kali ingin dilayani, korban diminta datang ke mess saat sore hari.

Agar tidak ada yang mengetahui, korban selalu disuruh masuk melalui pintu belakang sekolah. Sebelum aib itu terbongkar, sekitar awal tahun 2020, korban yang kini mengenyam pendidikan di universitas negeri, ditunjuk sebagai panitia kegiatan yang pematerinya adalah GH.

BACA JUGA..  Jaga Kesehatan 361 Tahanan, AKP Martualesi Sitepu Suplai Makanan dan Vitamin 

Usai kegiatan, GH pergi makan ke satu restoran bersama tiga rekannya. Seorang teman GH kemudian menjemput korban dan membawa ke restoran.

Dari situ, GH dan 3 temannya serta korban pergi ke hotel di kawasan Jalan Gagak Hitam, Medan. Di sana GH memesan tiga kamar.

Satu kamar untuk dua temannya, 1 lagi buat GH dan seorang temannya, sisa kamar diberikan kepada korban. Selama di hotel, GH dengan leluasa menggagahi korban.

“Dalam satu malam itu bahkan sampai tiga kali. Pertama saat mengantarkan korban ke kamar, kedua sekira pukul 02.00, ketiga saat menjelang subuh, dan semuanya dilakukan di kamar korban,” beber NS.

Menurut NS, selama ini putrinya menuruti setiap panggilan dan kemauan GH karena di bawah ancaman.
Begitu mengetahui perbuatan GH, keluarga akhirnya sepakat melaporkannya ke Polres Tanjungbalai pada bulan Agustus 2020 lalu.

BACA JUGA..  Polsek Biru Biru Temukan Ganja Kering 8 Ons dari Perladangan Warga

Namun karena momen pilkada, Polres menyarankan agar datang kembali usai pesta demokrasi. Begitulah, pada 22 Desember 2020 mereka kembali ke Mapolres dan membuat laporan resmi.

Sebulan lebih menunggu hasil pemeriksaan, pada 1 Februari 2021 pihak Polres Tanjungbalai memberikan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan.

Disebutkan, penanganan kasusnya dilimpahkan ke Reskrimum Polda Sumut berdasarkan gelar perkara yang telah dilaksanakan.

“Berdasarkan SP2HP yang kami terima kasus yang dialami anak kami, kini ditangani oleh Poldasu ” ujar NS, ketika ditemui wartawan di rumahnya, Kamis (4/2/2021).

Mengingat jarak domisili mereka jauh dari Mapoldasu, SN mewakili seluruh keluarga agar penanganan kasus ini ditangani dengan seadil-adilnya.(mom/ras)