MANDIRI SYARIAH

Wali Kota Tebingtinggi: PNS Terlibat Kejahatan Siap-siap Dipecat!

oleh -50 views
Umar Zunaidi Hasibuan
SAMBUTAN : Wali Kota Tebingtinggi, Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM memberikan sambuatan pada kegiatan pembukaan matrikulasi CASN formasi umum di lingkungan Pemerintahan Kota Tebingtinggi.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com-Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tebingtinggi melaksanakan kegiatan pembukaan matrikulasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) formasi umum tahun 2019 di lingkungan Pemerintahan Kota Tebingtinggi.

Kegiatan digelar di Gedung Balai Kartini, Jalan Gunung Leuser, Kota Tebingtinggi dengan menerapkan Protokol Kesehatan, Selasa (5/1/2020).

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan membuka kegiatan martikulasi tersebut.

Dalam keterangannya, Umar Zunaidi Hasibuan menyatakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah orang orang yang siap mengabdi untuk negara dan orang yang professional.

“PNS itu adalah panggilan hati nurani kita untuk mengabdi kepada negara. Jadi bukan tujuan untuk mencari honor gaji yang tinggi, maka orang kaya kalau mau menjadi PNS itu salah,” tegas wali kota.

BACA JUGA..  HUT ke-271, Langkat Tangguh Bersama

“Orang yang masuk PNS itu orang yang profesional, tidak masuk PNS bukan orang yang professional,” sambungnya.

Menurut wali kota, orang profesional itu bagaimana mereka bekerja secara keilmuan. Sehingga jika mereka bekerja benar, bisa diukur dari ilmu yang ada.

“Jika dia bekerja salah, maka orang tersebut bukan bagian dari pada orang yang professional,” jelas wali kota.

Diimbau wali kota, menjadi PNS itu harus bisa menjaga etika dan etikalah yang membedakan orang biasa dengan orang profesional.

“Menjadi seorang PNS tidak boleh ikut kepada organisasi dan LSM,” sebut wali kota.

Wali kota juga menegaskan, menjadi PNS tidak boleh berpolitik.

“Dan bagi PNS yang melakukan tindakan kejahatan seperti terlibat narkotika, korupsi, tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perlakuan seksual, maka PNS tersebut siap siap untuk dipecat,” tegas wali kota.

BACA JUGA..  Hewan Ternak Dimangsa Harimau, Warga Minta Bantuan ke Pemkab Langkat

Selain itu, wali kota mengatakan menjadi PNS juga harus bisa menguasai tekhnologi.

“Sebab saat masa pandemi Covid-19, PNS harus mampu menghadapi kehidupan tatanan baru,” tutur wali kota.

Seperti dalam melaksanakan tugas, harus mengurangi pertemuan dengan orang lain karena saat ini semuanya dilakukan secara virtual.

“PNS harus bisa memahami undang undang dan peraturan Pemerintah,” paparnya.

Sementara, Kepala BKD Kota Tebingtinggi, Syaiful Fachri mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesetiaan PNS dalam melaksanakan undang-undang, Pancasila, Negara dan Pemerintah Republik Indonesia.

“Menanamkan kesamaan pola pikir yang dinamis dan bernalar  logis, memantafkan semangat pengabdian yang berorentasi pada pelayanan, meningkatkan pengetahuan dan keahlian serta memahami sistem pemerintahan di Kota Tebingtinggi,” katanya.

BACA JUGA..  OJK Sumbagut Serahkan Piala dan Piagam TPAKD Award 2020 ke Pemkab Langkat

Dijelaskan Syaiful, program matrikulasi ini adalah memberikan pembekalan pelaksanaan tugas-tugas kepada CASN yang diangkat dari formasi umum.

“Agar mampu melaksanakan tugas tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyrakatan secara berkualitas dan professional,” sebutnya.

Jumlah peserta martikulasi CPNS tahun 2019 sebanyak 254 orang, tenaga pendidikan 128 orang, tenaga kesehatan 64 orang dan tenaga teknis 62 orang.

“Berdasarkan pendidikan, S1 spesialis 7 orang, S1 201 orang, D-IV sebanyak 11 orang dan D-III sebanyak 35 orang. Sedangkan berdasarkan golongan adalah Golongan III/B 20 orang, Golongan III/A sebanyak 199 orang dan Golongan II/C sebanyak 35 orang,” pungkasnya.(bbs)