MANDIRI SYARIAH

Petaka Gas Beracun di Madina, PT SMGP Langgar Rekomendasi

oleh -1.251 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengungkap temuan sementara dari tim yang dikirim untuk mengecek pipa gas bocor di Mandailing Natal (Madina). Edy mengatakan, kebocoran itu terjadi di luar area yang direkomendasikan Pemprovsu.

“Sementara yang saya dapat, ini sedang disusun tulisannya. Bahwa dia di luar peruntukan, perizinan yang dibikin oleh Pemprov kepada hutan yang diminta oleh Kementerian Kehutanan kata Edy di Medan, Jumat (29/1/2021).

“Jadi kalau di luar, prosesnya nanti bagaimana itu prosesnya. Akibatnya membahayakan penduduk,” sambungnya.

BACA JUGA..  Jaksa Setop Kasus 4 Nakes di Siantar Mandikan Jenazah Wanita Covid 19, Ranto Sibarani SH : Itu Bukan Penistaan Agama

Edy mengatakan kebocoran pipa menyebabkan gas beracun terhirup oleh warga. Dia khawatir udara di kawasan itu tidak baik untuk kesehatan warga.

“Asam sulfatnya di situ cenderung karbon. Kalau diisap pasti menjadi tidak baik oleh manusia. Itu nanti akan diproses lebih jauh yang bersifat teknis,” sebut Edy.

Edy juga menyinggung soal perizinan pipa gas tersebut. Dia mengatakan pipa gas yang bocor itu ada di luar lokasi hutan lindung yang telah direkomendasikan Pemprov Sumut.

BACA JUGA..  Sesi Kedua Lantik 5 Kepala Daerah, Gubsu : Laksanakan Amanah Dengan Baik

“Dari segi perizinan, dari Pemprov, sudah melaksanakan tugasnya merekomendasikan kepada Menteri Kehutanan. Karena melewati hutan lindung itu si pipa. Jadi kejadiannya tidak di situ, di luar hutan lindung tersebut kejadian,” ujar Edy.

Sebelumnya, pipa gas di area PT SMGP bocor pada Senin (25/1/2021). Polisi mengatakan ada lima warga yang tewas serta 24 orang dilarikan ke rumah sakit setelah pipa gas tersebut bocor.

BACA JUGA..  Pungli di Wisata Pemandian Air Panas Doulu Merajalela, Polres Karo Tutup Mata

“Lima warga bernama Suratmi, Kaila Zahra, Yusniar, Dahni, dan Syahrani meninggal dunia,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan.

Hadi mengatakan, 24 orang yang pingsan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Salah satu korban yang dirawat di rumah sakit adalah polisi.

“Akibat peristiwa gas beracun itu, 24 warga yang mencoba menutup sumur yang mengeluarkan gas beracun itu pingsan. Serta seorang personel polisi Aipda Lestari dirawat di rumah sakit,” ujarnya.(dc)