MANDIRI SYARIAH

Berkelit, DPO Korupsi Videotron 2013 Dicokok Tim Tabur Kejatisu

oleh -87 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Djohan (49) ditangkap Tim Tabur Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jumat (15/1/2021). Penangkapan Direktur CV Putra Mega Mas itu dipimpin langsung Asintel Kejati Sumut, Dr. Dwi Setyo Budi Utomo.

Menurut Dr. Dwi Setyo Budi Utomo, Djohan ditangkap di rumahnya, Komplek Ladang Mas, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor sekira pukul 19.00 WIB.

“Saat penangkapan, tersangka berusaha berkelit karena identitas tersangka berbeda antara KTP dan SIM. Dugaan kita, tersangka berusaha untuk mengganti identitas agar tidak dikenali,” papar mantan Kajari Medan ini.

BACA JUGA..  Minta Uang Susu Anak, Suami Pukul Istri Pakai Gagang Sapu 

Dijelaskan Dwi, Djohan merupakan
tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan videotron pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Tahun 2013 dengan anggaran sebesar Rp. 3.168.120.000,-.

“Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor : Print-02/N.2.10/Fd.1/03/2017 tanggal 20 Maret 2017 tersangka Djohan diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 Juncto pasal 18 subsidiair pasal 3 Juncto pasal 18 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” jelas Dwi.

BACA JUGA..  Curi Seng dan Pipa Besi Dari PT Palmec, Dua Sekawan Diciduk Tekab Patumbak

Kasipenkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian menambahkan, pada tahap penyidikan tersangka mangkir. Akhirnya pada tanggal 3 Juli 2017, Kejari Medan menetapkan tersangka dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Dan, hari ini, Jumat (15/1/2021) tersangka berhasil diamankan,” tegasnya.

Setelah berkoordinasi dengan Tim Intel Kejari Medan, tersangka Djohan diserahkan langsung ke pihak Kejari Medan. Penyerahan diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen Bondan Subrata untuk selanjutnya dibawa ke kantor Kejari Medan.

BACA JUGA..  Ribut di Pakter Tuak, Siadari Tewas Ditikami Manik

“Malam ini juga kita urus semua kelengkapan dokumennya termasuk rapid test antigen untuk kemudian kita titipkan di Rutan Tanjung Gusta. Selanjutnya akan ditangani oleh tim penyidik Pidsus Kejari Medan agar berkasnya segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan untuk disidangkan,” pungkasnya.(bbs)